Anak Sering Main Gadget, Berbahayakah?.

04 Nov 2019

Keberadaan gadget memang memberikan manfaat positif dan negatif dalam waktu yang bersamaan. Apalagi untuk kehadiran di tengah sang anak yang menjadi kebutuhan. Tidak bisa dipungkiri bahwa ada banyak orang tua yang merasa kesulitan dalam mengendalikan diri memberikan gadget pada anak. Hal ini mulai menjadi perhatian banyak orang tua setelah mereka tahu bahwa, ada banyak dampak buruk yang dihasilkan dari gadget.

Setelah ada banyaknya kejadian yang tidak diinginkan pada sang anak yang menggunakan gadget berlebihan, akhirnya baru menjadi perhatian. Orang tua mulai menghindari penggunaan gadget bahkan di depan anak mereka. Namun, ternyata ada banyak juga orang tua yang tidak menaruh perhatian sama sekali akan hal ini.

Hingga sekarang banyak Anda lihat anak yang seperti sudah memiliki gadget seolah seperti kepemilikan terhadap benda tersebut. Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya penggunaan gadget pada anak dilarang sebelum mereka berusia setidaknya 12 tahun. Penggunaan gadget setiap harinya juga harus dibatasi bahkan di kalangan orang dewasa sekalipun. Ini karena bisa menggaggu kerja otak, mental, dan fisik para penggunanya.


Apa Kata Dokter Tentang Penggunaan Gadget Pada Anak di Bawah Umur?


Hal ini menjadi catatan penting yang harus Anda cari tahu, agar nantinya tidak salah dalam memahami konsep. Di Kanada, ada Akademi Dokter Anak Amerika dan Perhimpunan Dokter Anak Kanada mengeluarkan statement tentang gadget. Mereka menegaskan sesuai ilmu medis bahwa anak di bawah usia 2 tahun dilarang menggunakan gadget.

Bahkan, akan lebih baik jika mereka tidak melihat layar dari gadget sama sekali jika memang Anda bisa melakukannya. Untuk anak diantara umur 3-5 tahun harus dibatasi juga untuk penggunaan teknologi yang hanya dibolehkan selama satu jam sehari. Sedangkan untuk anak di usia 6-18 tahun, hanya diperbolehkan untuk menggunakan gadget selama 2 jam sehari saja.

Untuk kalangan remaja dan sudah termasuk anak-anak, hanya dibolehkan menggunakan teknologi tidak melebihi batas waktu yang dianjurkan. Jika memang mereka mengabaikan hal tersebut, semua konsekuensi dan dampak buruknya harus diterima. Dalam jangka pendek mungkin Anda tidak merasakan adanya bahaya dari penggunaan gadget, kecuali dalam jangka panjang nantinya.


Bahaya Penggunaan Gadget Berlebihan Pada Anak


Pada paparan di bawah ini, akan coba dijelaskan apa saja bahaya dari penggunaan gadget. Meski di bawah ini hanya dijelaskan beberapa poin saja ternyata ada banyak lagi bahaya yang mungkin dirasakan. Pertama, sang anak mungkin akan mengalami yang namanya gangguan pada otak. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa hal ini tidak terjadi sekarang.

Namun, jika dipertanyakan dalam waktu jangka panjang maka hal ini bisa saja terjadi pada anak Anda. Untuk kejadian real yang bisa Anda lihat itu ialah ada anak yang mengalami gangguan kejiwaan karena kecanduan game. Meski game ini hanya sebagai hiburan pada anak, ternyata tidak seperti yang Anda bayangkan.

Namun, yang namanya hiburan ada sebagian orang yang merasa kecanduan dan ingin selalu melakukannya. Mulai dari usia 0-2 tahun dan juga selanjutnya hingga 21 tahun otak anak bisa terpengaruh karena stimulasi lingkungan. Untuk membuat sang anak tidak candu juga menjadi tanggung jawab besar yang harus Anda lakukan.

Penyebab terburuknya ialah kognitif otak anak bisa berjalan dengan lambat hingga membuatnya bodoh. Untuk penyebab lainnya ialah tumbuh kembang anak akan menjadi lambat. Mungkin Anda bertanya kenapa anak jaman sekarang itu kebanyakan tidak lebih cerdas daripada anak jaman sebelumnya? Salah satu penyebabnya bisa karena pengaruh gadget yang terjadi pada diri mereka sejak dini.


Kisah Sang Anak Yang Hampir Mengalami Kejulingan Karena Gagdget


Dari setiap kisah dan cerita yang ada, harusnya para orang tua bisa belajar agar kejadian tersebut tidak terjadi pada anak mereka. Ada satu cerita yang memang sedikit menyedihkan terjadi pada anak yang kecanduan gadget. Hal ini disampaikan oleh sang ibu melalui akun Facebook mereka, ia mengaku bahwa ini menjadi kelalaian dirinya dalam menjaga sang anak.

Josua, sebagai ibu dari sang anak yang mengalami efek buruk dari gadget memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat. Mengenai pencegahan dari pemberian gadget kepada sang anak apalagi jika dibiarkan dalam jangka waktu lama. Ia bahkan sempat menulis, “untuk para ibu, diharapkan bisa lebih hati-hati untuk yang memiliki baby di bawah umur 4 tahun”.

Ia juga menambahkan bahwa untuk tidak membiarkan sang anak mengakses sendiri You-Tube yang ada di gadget mereka. Akibat dari kelalaian dirinya, kemudian ia harus menerima kenyataan bahwa sang anak mengalami yang namanya syndrome juling. Namun, leganya ia karena keadaan pada anaknya masih belum dikategorikan parah. Putrinya membutuhkan yang namanya terapi 3 jam sehari dengan cara menutup matanya.

Dari cerita sedih yang dialaminya, ia kemudian memberikan arahan dan masukan kepada orang tua lain untuk menjaga anaknya ini. Jangan sampai kelalaian yang ada pada diri kita merusak kesehata dan bahkan masa depan pada anak kita.