Apakah Bayi Sungsang Bisa Kontraksi?

06 Aug 2020

Apakah bayi sungsang bisa kontraksi? Mungkin pertanyaan ini sempat terlintas di pikiran bunda, terutama untuk bunda yang baru mempunyai kehamilan pertama.

Salah satu momen berkesan atau tidak terlupakan bagi perempuan adalah saat dalam masa kehamilan. Dalam masa ini bunda harus lebih memperhatikan kesehatan, tubuh, maupun kesehatan makanan yang di santap.

Bunda harus terbiasa dengan membawa beban baru kemana-mana yaitu si kecil yang berada dalam perut. Bunda juga harus mulai terbiasa dengan yang namanya kontraksi saat kehamilan.

Biasanya bunda yang baru pertama kali hamil akan memiliki kecemasan – kecemasan tertentu di dalam diri, disebabkan karena memang belum berpengalaman.

Ketakutan apakah bisa melahirkan secara normal, apakah si kecil dalam perut akan baik baik saja, atau malah terlahir sungsang?

Untuk menghapus kekhawatiran yang ada di dalam diri bunda, di kutip dari halodoc artikel ini akan membahas berbagai macam kontraksi yang di alami oleh perempuan yang sedang hamil.


1. Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu di kenal juga dengan nama Braxton Hicks, kondisi ini terjadi ketika usia kehamilan bunda memasuki 32 sampai dengan 34 minggu.

Pada umumnya kintraksi ini terjadi selama 30 menit, tanda-tanda kontraksi palsu ini adalah terjadi nyeri di perut seperti kram saat datang bulan atau menstruasi.

Lalu bagaimana caranya menghilangkan kontraksi ini? Bunda bisa mangatasinya dengan cara berendam air hangat untuk merilekskan tubuh. Tetapi jika kontraksi ini tidak juga hilang dan sering terjadi atau jarak terjadinya kontraksi berdekatan bisa jadi masa kelahiran si kecil sudah semakin dekat.


2. Kontraksi Saat Berhubungan Intim

Ada pemahaman jika di masa kehamilan awal yaitu di 4 bulan pertama sebaiknya bunda jangan dulu berhubungan intim, sampai usia kandungan mencapai 8 bulan. Sperma laki-laki yang mengandung hormon prostaglandin, hormomn ini ternyata bisa memicu kontraksi yang dapat menyebabakna janin mengalami keguguran atau si kecil lahir premature.


3. Kontraksi Persalinan

Kontraksi ini terjadi ketika memang sudah waktunya melahirkan, umumnya ibu hamil akan mengalami kontraksi ini selama 3 kali dalam 10 menit dalam durasi 20 sampai dengan 40 detik. Frekuensi kontraksi ini akan terus meningkat sampai dengan 5 kali kontraksi dalam 10 menit.

Kontraksi jenis ini juga di sertai pecahnya ketuban, keluar lender bercampur darah, serta dorongan ingin mengejan, jika sudah mengalami kondisi seperti ini sebaiknya segera di tangani oleh tenaga medis yang professional.


4. Kontraksi Dini

Kontraksi ini terjadi di masa awal kehamilan, pada masa masa ini tubuh butuh menyesuaikan dengan kehadiran janin. Jika sering mengalami kontraksi di masa masa awal kehamilan bunda jangan khawatir karena hal ini sangat lah normal, kecuali jika kontraksi ini berlangsung lama atau tidak juga hilang dan disertai dengan bercak maka bunda harus segera menemui dokter kondungan.


5. Kontraksi Inersia

Penyebab kontraksi ini adalah kelainan fisik atau kekurangan nutrisi pada tubuh ibu hami dan juga. Kontraksi ini di bagai menjadi 2 yaiut kontraksi primer dan juga kontraksi sekunder.

Kontraksi primer adalah jika tidak terjadi kontraksi sama sekali ketika hendak bersalin, sedangkan kontraksi sekunder adalah kontraksi yang terjadi bagus di awal terasa kuat kemudian menghilang.


Nah, bunda sekarang sudah paham macam-macam kontraksi yang bisa terjadi pada masa kehamilan, jadi, sedikit banyak bunda sudah memiliki gambaran tentang kondisi ini, jadi buat bunda yang baru mengalami kehamilan pertama sudah tidak perlu cemas atau khawatir tentang kondisi si kecil yang ada di dalam perut bunda. Bunda tidak usah lagi merasa cemas apakah si kecil akan terlahir normal atu malah sungsang yang harus bunda pahami adalah mengikuti petunjuk dokter dengan sebaik-baiknya.

Sebenarnya apa saja sih penyebab bayi terlahir sungsang? Dikutip dari American pregnancy, terjadinya kelahiran sungsang bisa di sebabkan olah hal-hal berikut ini :


1. Rahim terlalu banyak memiliki cairan ketuban atau malah terlalu sedikit sehingga membuat janin sulit bergerak.

2. Bentuk Rahim yang tidak normal atau Rahim memiliki fibroid didalamnya.

3. Terdapat plasenta previa, dan plasenta berada di bagian bawah Rahim.

4. Pernah mengalami persalinan premature

5. Kehamilan dengan Bayi Kembar

6. Telah mengalami beberapa kehamilan


Dari ke enam point di atas bisa di jadikan pegangan oleh bunda yang sedang dalam masa kehamilan atau sedang melakukan program untuk memiliki anak. Semoga artikel singkat ini dapat memberi manfaat untuk bunda.