Perlukah Asuransi Pendidikan untuk Si Kecil?

15 Jun 2020

Memiliki buah hati adalah anugerah yang paling indah bagi setiap orang tua. Apalagi momongan tersebut sudah lama dinantikan seluruh anggota keluarga. Tanpa disadari, buah hati Anda akan tumbuh menjadi anak yang mulai memahami sekolah. Saat anak hendak memasuki usia sekolah, ada hal yang biasanya diperhitungkan oleh kebanyakan orang tua.

Salah satunya ialah biaya pendidikan buah hati. Umumnya, orang tua akan langsung membahas perkara biaya pendidikan bersama keluarga. Sayangnya, terkadang Anda melupakan bahwa biaya pendidikan setiap tahunnya mengalami kenaikan. Sehingga, tabungan Anda belum tentu cukup untuk memenuhi biaya pendidikan anak sampai jenjang perkuliahan. Berapa kenaikan biaya pendidikan yang terjadi di Indonesia?

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga riset ZAPFIN Research Division, terlihat kenaikan rata-rata biaya pendidikan di tanah air mencapai 15 persen setiap tahunnya. Dengan demikian, sebagai orang tua Anda harus menyadari bahwa permasalahan kenaikan biaya pendidikan tersebut akan melilit di kemudian hari. Bagaimanakah solusi yang tepat untuk permasalahan ini?

Belakangan ini, muncul solusi untuk mengatasi permasalahan kenaikan biaya pendidikan dengan menggunakan asuransi. Masyarakat umum menyebutnya sebagai asuransi pendidikan. Hingga kini banyak orang mulai tertarik menggunakannya agar pendidikan anak terjamin sampai jenjang perkuliahan. Namun, sudahkah Anda mengenal konsep tersebut? Dan perlukah asuransi pendidikan untuk buah hati Anda? Temukan jawabannya di bawah ini.


Pengertian Asuransi Pendidikan Anak

Sebelum memilih untuk menggunakan produk asuransi pendidikan, setiap orang tua termasuk Anda sebaiknya memahami pengertiannya. Dari pengertian tersebut, Anda akan menemukan konsep yang sebenarnya dari asuransi pendidikan. Prita Ghozie, seorang ahli keuangan, menjelaskan bahwa asuransi ialah produk keamanan yang bertujuan melindugi keuangan keluarga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Artinya, apabila kepala keluarga maupun orang yang menjadi sumber penghasilan meninggal dunia atau terkena cacat total permanen, maka sudah ada biaya pendidikan untuk anaknya. Konsep dari asuransi pendidikan adalah penggabungan antara produk asuransi jiwa berjangka atau term life dengan tabungan. Lalu bagaimana dengan bentuk asuransi dan premi yang harus dibayarkan?

Bentuk yang paling utama adalah jaminan kesehatan jiwa. Jaminan ini sebagai pertanggungan apabila yang tertanggung telah meninggal dunia sebelum memasuki masa kuliah atau masuk universitas. Asuransi pendidikan umumnya memaksa Anda untuk menabung. Saldo tabungan tersebut akan dikeluarkan pada saat anak memasuki masa sekolah dan menjadikannya sebagai tabungan jika polis berakhir. 


Kesalahan Merencanakan Asuransi Pendidikan Anak

Siapa sangka, dibalik populernya produk asuransi pendidikan untuk anak banyak orang yang masih salah kaprah dalam merencanakannya. Hal inilah yang menjadikan produk asuransi pendidikan tidak dapat maksimal. Salah satu kesalahannya yaitu salah menempatkan pihak tertanggung. Kebanyakan orang menjadikan buah hati mereka sebagai pihak yang tertanggung. Tapi tanpa disadari ini kurang benar.

Awal mula kesalahan ini terjadi saat orang tua berpandangan bahwa asuransi pendidikan ditujukan untuk memenuhi perencanaan keungan sekolah anak. Alhasil, anaklah yang kemudian menjadi pihak tertanggung. Padahal, pihak yang seharusnya menjadi tertanggung asuransi yaitu orang tua. Hal ini karena orang tua dalam asuransi pendidikan berperan sebagai penanggung jawab finansial anak.

Oleh sebab itu, kelak saat orang tua yang berperan sebagai pencari nafkah meninggal dunia maka uang dari asuransi tersebut dapat dicairkan. Lebih dari itu, dana asuransi yang telah cair dapat segera dimanfaatkan oleh anak-anak penanggung jawab. Dengan kata lain, uang yang berhasil cair tersebut dinilai sebagai sumber dana sekolah bagi anak-anak.


Tips Cerdas Memilih Asuransi Pendidikan Anak

Salah dalam merencanakan asuransi pendidikan untuk buah hati tentu merugikan, bukan? Untuk itu, sebelum Anda merencanakan untuk memilih jenis asuransi pendidikan anak, tidak ada salahnya mempertimbangkan beberapa tips dari kami. Tips pertama yaitu memastikan terlebih dahulu jumlah dana pendidikan. Pastikan Anda menghitung dana pendidikan ditambahkan dengan kenaikannya setiap tahun.

Tips kedua yaitu memahami cara kerja asuransi pendidikan yang akan Anda ambil untuk si kecil. Pada dasarnya, ada beberapa jenis asuransi untuk pendidikan anak. Masing-masing jenisnya mempunyai cara kerja dan aturan sendiri. Anda harus benar-benar memahaminya satu per satu, sehingga jenis asuransi pendidikan yang Anda ambil sesuai dengan kebutuhan.

Tips ketiga ialah memastikan dengan benar siapa yang menjadi tertanggung. Pihak yang menjadi tertanggung adalah Anda. Jangan sampai Anda mencantumkan nama anak sebagai pihak yang tertanggung. Bila ini dilakukan asuransi pendidikan yang Anda pilih di kemudian hari akan menjadi biang masalah bagi finansial anak. Alasannya karena anak harus menanggung asuransi.

Jadi, setelah membaca penjelasan di atas, kini Anda dapat memutuskan apakah asuransi pendidikan untuk si kecil diperlukan atau tidak. Tiap orang tua memiliki jawabannya masing-masing. Terlepas dari semua itu, asuransi pendidikan dirancang untuk memastikan pendidikan setiap anak di Indonesia dapat terencana dengan baik. Sehingga, pendidikan anak Anda terjamin di kemudian hari.