Balita Sering Mengalami Batuk Pilek?

24 May 2020

Batuk pilek pada balita seringkali membuat kebanyakan orang tua khawatir. Kondisi tersebut biasanya membuat buah hati menjadi sering rewel. Penyakit batuk pilek secara umum terjadi sebagai penanda adanya infeksi bakteri atau virus. Adapun jenisnya tergantung dari batuk yang dideritanya. Batuk akan mulai mereda dengan sendirinya dalam kurun waktu dua minggu.

Meski begitu, sebagai orang tua, kondisi yang demikian tidak boleh dianggap remeh. Anda perlu mengetahui lebih lanjut mengenai batuk yang melanda buah hati. Begitu pula dengan tanda-tanda yang bisa menjadi indikasi adanya penyakit tertentu. Pasalnya tanda-tanda batuk yang justru semakin berkembang bisa memunculkan suatu penyakit bahkan komplikasi yang lebih berat.

Adanya komplikasi ini terjadi lantaran batuk pilek yang berkempanjangan. Penyebab awalnya bisa bermacam-macam. Pada dasarnya balita lebih rentan tertular penyakit. Hal ini lantaran sistem kekebalannya belum matang. Sehingga membuat virus dan kuman lebih mudah menyerang sistem kekebalan tubuh balita. Sederhananya, penyakit yang dijuluki dengan istilah common cold, menyerang bagian saluran pernapasan.

Saluran pernapasan yang mudah terserang infeksi virus ringan yaitu hidung dan tenggorokan. Infeksi ini membuat batuk pilek pada balita menyebar dengan mudah. Penyebaran secara langsung terjadi melalui lendir dari hidung atau mulut. Agar Anda lebih mudah mendeteksi dan menangani batuk pilek pada balita, tidak ada salahnya menengok informasi berikut ini.


Gejala Batuk Pilek Pada Balita

Sering melihat buah hati batuk pilek? Hal pertama yang biasanya akan dilakukan oleh kebanyakan orang adalah segera mengobatinya. Langkah ini memang tidak salah. Namun, cara tersebut akan lebih maksimal apabila Anda dapat mendeteksi secara dini apa saja gejala ang muncul pada balita. Dengan begitu pengobatan yang dijalankan lebih tepat.

Balita yang terserang batuk pilek akan mengalami beberapa gejala seperti bersin-bersin, hidung tersumbat, badan mengalami rasa pegal-pegal, suara anak menjadi serak, tenggorokan gatal dan nyeri, sakit kepala,telinga terasa tertekan, dan demam. Beberapa balita juga mengalami gejala pada penghilatan mereka. Mata menjadi mudah berair dan daya penciuman serta pengecapan menurun.

Buah hati Anda juga kemungkinan akan mengalami hilang nafsu makan dalam kurun waktu tertentu. Gejala-gejala ini hampir mirip dengan flu. Namun, ada beberapa perbedaan antara keduanya. Salah satunya ialah gejala batuk pilek selalu diawali dengan bersin sampai hidung tersumbat. Namun gejala ini jarang terjadi pada balita yang mengalami penyakit flu.


Faktor Penyebab Batuk Pilek Pada Balita

Seperti yang disebutkan di atas, batuk pilek terjadi karena virus. Kelompok virus yang paling umum membuat balita mengalami batuk pilek adalah HRV atau Human rhinovirus. Selain HRV masih ada beberapa jenis virus yang mengakibatkan batuk pilek diantaranya adenovirus, human parainfluenza virus atau HPIV, coronavirus, dan respiratory syncytial virus atau RSV.

Deretan virus tersebut masuk ke dalam tubuh balita melalui bagian mulut, hidung dan mata sebelum akhirnya memunculkan gejala. Selain tertular melalui semburan air liur orang lain, balita juga dapat terkena batuk pilek karena menyentuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi. Penyebarannya akan diteruskan melalui mata, hidung dan mulut serta tangan balita.

Faktor lainnya yang meningkatkan resiko serangan batuk pilek adalah menurunnya sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut didukung dengan kondisi udara sekitar yang lebih dingin. Kondisi tempat seperti pasar, kantor, kendaraan umum sangat rentan menyebabkan batuk pilek. Balita yang pernah memiliki riwayat penyakit kronis juga besar kemungkinan rentan terkena batuk pilek.


Tips Mengobati Batuk Pilek Pada Balita

Pengobatan batuk pilek pada balita biasanya menimbulkan rasa kecemasan yang tinggi. Rasa kecemasan ini barangkali akan membuat Anda bingung melakukan tindakan yang tepat. Pertama sebaiknya hilangkan terlebih dahulu kepanikan yang melanda Anda. Batuk pilek tergolong penyakit ringan. Saat buah hati mengalaminya dianjurkan untuk istirahat total dan mengonsumsi makanan berserat tinggi.

Makanan balita juga sebaiknya rendah lemak. Untuk mengganti cairan yang hilang karena hidung buah hati terus mengeluarkan ingus Anda juga dapat memberikan air putih. Sementara itu untuk meredakan batuk pilek ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan. Pertama yaitu mengoleskan minyak telon khusus bayi di dada dan punggungnya.

Cara ini efektif meredakan batuk pilek dan membuat balita merasa hangat. Langkah lainnya ialah dengan memberikan obat khusus yang didapat dari resep dokter. Obat batuk pilek biasanya mengandung dekongestan. Sebelum memberikan obat ini sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Pasalnya beberapa jenis obat bisa menyebabkan buah hati terkena alergi.

Jadi, batuk pilek pada balita bukan suatu hal erbahaya asalkan Anda bisa menanganinya dengan cepat dan tepat. Setelah mengenal proses batuk pilek menyerang balita, gejala, faktor penyebab dan cara mengatasinya kini Anda tidak perlu khawatir. Saat melihat buah hati mengalami batuk pilek Anda sudah membekali diri dengan pengetahuan yang cukup.