Penyebab Bayi Susah BAB Setelah MPASI Pertama

10 Aug 2020

Apakah banyak para orang tua yang mengalami bayi susah bab setelah mpasi pertamanya?

Ternyata hal seperti ini sering membuat para orang tua menjadi cemas namun sebenarnya hal ini juga normal terjadi karena bayi baru saja mengenal makanan padat, maka dari itu disarankan untuk para orang tua jangan terlalu merasa cemas berlebihan.


Penyebab Bayi Susah BAB Setelah MPASI Pertama


Ketika si kecil pertama kali mengenal MPASI, nantinya para orang tua akan menemukan beberapa hal seperti bayi menjadi susah BAB, bayi menjadi tidak BAB selama berhari-hari atau bisa juga kotoran bayi menjadi lebih keras dari biasanya.

Pada dasarnya hal ini sangat wajar terjadi pada bayi yang baru pertama MPASI. Maka dari itu disarankan bagi para orang tua untuk tidak hanya memerhatikan kandungan dalam menu MPASI saja namun juga memikirkan bagaimana nanti makanan tersebut menjadi kotoran si kecil.

Dengan melihat hasil akhirnya ini dapat berguna dalam mengetahui apakah tubuh bayi menerima kehadiran sumber makanan selain ASI atau pun tidak.

Bila bayi susah BAB setelah MPASI biasanya disebabkan karena adanya alergi pada makanan yang dikonsumsi nya atau adanya sebuah gangguan saluran pencernaan pada bayi.

Bila mengalami susah BAB ini biasanya para dokter menyarankan untuk memberikan bubur pir dan plum serta pemberian air putih dengan maskud tujuan untuk mengurangi gejala bayi yang tidak BAB selama beberapa hari setelah waktu MPASI pertama nya.

Sebenarnya bila bayi susah BAB setelah MPASI pertama nya atau malah mengalami diare itu sebenarnya wajar, karena tubuh si kecil masih harus menyesuaikan diri dengan tekstur makanan dan kandungan yang ada di dalam makanan tersebut.


Cara Mengatasi Bayi Susah BAB Setelah MPASI Pertama


Dalam mengatasi bayi susah BAB setelah MPASI pertamanya ialah dengan cara sebagai berikut:


Memberikan Makanan Yang Di Puree

Bayi yang baru saja mengkonsumsi MPASI sebaiknya berikan makanannya dalam bentuk puree atau makanan yang sudah dilumatkan dari bahan buah dan juga sayuran.

Di dalam buah dan sayuran ini mengandung serat yang dapat membantu melancarkan pencernaan bayi.


Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Mencukupi cairan tubuh merupakan hal yang sangat penting untuk kondisi bayi. Air putih dan susu sebenarnya sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan bayi, namun untuk bayi yang masih dibawah usia 6 bulan lebih baik hanya diberikan susu ASI atau susu formula.


Beralih Ke Jenis Susu Lain

Bayi yang diberikan ASI eksklusif ini sebenarnya akan sangat jarang mengalami masalah susah buang air besar, karena di dalam ASI ini mengandung nutrisi yang seimbang.

Tetapi bila si kecil mengalami susah buang air besar, beralihlah ke susu formula untuk sementara waktu hingga sembelit si kecil sudah mereda.

Di saat seperti ini mungkin si kecil sedang sensitif dengan apa yang dikonsumsi oleh ibu nya, maka dari itu perhatikan juga makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh para ibu menyusui.

Namun bila susah buang air besar si kecil karena diberik susu formula maka sebaiknya si kecil beralih ke susu formula dengan merk lain.


Memijat

Dengan melakukan memijat di bagian perut bayi secara lembut sekitar tiga menit saja sudah dapat membantu menstimulasi gerakan usus.

Dalam mengukur bagian perut mana saja yang perlu dipijat para orang tua dapat meletakkan jari telunjuk, tengah dan manis di bagian bawah pusar anak.

Bagian sisi kiri bawah dari letak jari merupakan bagian yang memerlukan untuk di pijat.

Bayi susah BAB setelah MPASI memang wajar terjadi, terlebih bila ada perubahan pada pola makan bayi.

Tetapi bila bayi susah BAB terjadi pada bayi baru lahir maka sebaiknya segera membawa bayi ke dokter anak agar segera dapat ditangani.

Waspada juga bila BAB bayi menjadi sangat keras, bayi rewel, bayi mengalami kesakitan, bayi demam dan atau bayi BAB namun tinja berwarna merah darah, putih atau hitam perlu untuk dikhawatirkan.

Dengan keadaan yang seperti itu orang tua wajib membawa anak ke dokter anak untuk segera di atasi.