Buku Parenting, Abiku Memang Beda, Mencetak Anak Entrepreneur

17 Sep 2020

 Buku adalah jendela ilmu pengetahuan, kita tidak asing dengan istilah ini. Dunia parenting adalah dunia yang tidak ada habisnya. Orang tua terus berproses tanpa henti hingga anak mulai mampu berdiri sendiri. Buku parenting atau edukasi anak menjadi teman setia untuk melewati proses ini.

Untuk sekarang ini banyak orang tua yang menginginkan anak-anak mereka tumbuh menjadi pengusaha atau entrepreneur muda yang sukses. Mencetak anak menjadi entrepreneur muda di jaman sekarang ini adalah impian atau harapan para orang tua.

Bagaimana tidak? Orang tua mana yang tidak mau anak-anak mereka tumbuh mandiri dan menjadi pengusaha sukses sejak usia mereka masih muda. Tentu kebanyakan orang tua menginginkan hal tersebut terwujud pada anak-anak mereka.

Akan tetapi perjalanan seorang dalam mewujudkan usaha mereka menjadi sukses tentu saja bukanlah hal yang terjadi instant begitu saja. Dalam hal ini anak-anak perlu untuk didik sejak dini agar menjadi pengusaha muda dan berbakat.

Seorang anak perlu dibentuk mental dan keinginannya untuk memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Dengan begitu peran orang tua di sini sangat diperlukan dalam mendampingi anak menjadi seorang pemimpin terbaik menurut versinya.

 

Buku Parenting Abiku Memang Beda

Dalam buku Abiku Memang Beda karya dari seorang anak bernama, Badiuzzaman Umar Humam inilah jawaban dari bagaimana cara mencetak anak menjadi entrepreneur muda yang berkiblat dengan pendidikan ala Rasululloh.

Yang membuat buku ini berbeda dari buku lainnya adalah karena penulis dari buku ini, Umar Humam, masih berusia 11 tahun. Di mana pemikiran anak yang masih berusia 11 tahun seharusnya hanya berputar dengan aktivitas bermain dan bersenang-senang saja.

Namun berbeda dengan Umar Humam yang sudah memikirkan jauh ke depan tentang kehidupan di mana dia masih berumur 11 tahun.

Umar Humam menjalani sekolah secara homeschooling, dengan kedua orang tuanya sebagai pendidiknya secara pribadi. Ummi dan Abi adalah panggilan Umar Humam untuk kedua orang tuanya tersebut. kedua orang tua Umar Humam kemudian berbagi peran.

Peran Umminya adalah mendidik Umar Humam tentang ilmu matematika, IPA, dan Al Qur’an. Peran Abinya adalah mengajarinya tentang bahasa, kepemimpinan, bisnis, geografi dan sejarah.

Membaca buku karya Umar Humam sebanyak 260 halaman ini tentu akan membuat Anda seperti mendengar sebuah dongeng pengantar tidur yang mengalir apa adanya dari seorang anak berusia 11 tahun.

Buku Abiku Memang beda juga berisi tentang konsep pendidikan yang sama sekali berbeda dari kurikulum pendidikan pada umumnya. Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, bahwa buku tersebut adalah buku yang terinspirasi dari konsep pendidikan ala Rasululloh.

Umar Humam memiliki landasan kuat dalam hal menghormati orang tua. Dengan menjunjung tinggi nilai seorang anak terhadap seorang Ibu, Umar Humam menjelaskan dengan sangat detail di dalam buku tersebut alasannya mengapa kita harus menghormati dan tidak boleh menyakiti hati orang tua, terutama pada Ibu.

Itu baru bagian mukkodimah dalam buku ini. Setiap bab akan membahas banyak hal tentang pendidikan, cita-cita dan tujuan hidupnya dalam buku Abiku Memang Beda ini.

Buku Abiku Memang Beda terdiri dari 3 bab penting bagi Umar Humam menggapai apa yang dia ingin wujudkan. Pada bab pertama, Umar Humam menjelaskan bahwa bagaimana pentingnya menjaga akhidah dalam kehidupan. Karena dengan menjaga akhidah, kita menjaga Allah.

Dengan begitu Allah juga akan menjaga kita. Dengan menyandarkan segala keinginan kita pada Allah, seorang anak tidak boleh memiliki sifat yang kikir. Semua itu dijelaskan dengan sangat baik oleh Umar Humam sebagaimana yang dinasehatkan oleh Abinya.

Abiku Memang Beda adalah buku yang unik. Bab pertama menjadi pengantar masuk buku ini yang apik karena Umar Humam menjelaskan tentang pentingnya akhidah pada diri seorang anak. Lalu di Bab kedua, kita akan disuguhkan sebuah kredo dari Abi Umar Humam. Dimana bagian ini akan banyak membahas semua nilai-nilai yang dianut serta dipercaya kebenarannya.

Hal ini akan membawa Anda pada sebuah perjalanan panjang seorang anak 11 tahun dalam memahami tujuan hidupnya.

Masih tidak percaya bukan, anak usia 11 tahun sudah memikirkan tujuan hidupnya sejauh itu dalam usianya yang masih sangat muda? Bahkan saya saja baru bisa memikirkan hal itu saat usia saya menginjak 20 tahun.

Bab kedua akan banyak membahas tentang nilai harapan, ilmu, kerja dan cinta yang Abi Umar Humam tanamkan dalam dirinya. Bahwa setiap manusia harus memiliki tujuan hidup yang jelas dengan memiliki harapan atau cita-cita.

Nantinya harapan tersebut diwujudkan dengan memiliki bekal ilmu yang banyak. Lalu ilmu-ilmu itu harus direalisasikan dengan bekerja. Dan yang terpenting adalah Bekerja membutuhkan cinta di dalamnya. Dengan keempat poin tersebut jika dijalankan secara benar maka kesuksesan akan mengiringi dengan sendirinya.

Bab terakhir, bab ketiga, merupakan bab yang akan membahas tentang semua nasehat serta perkara besar yang Umar Humam dapat.

Di bab ini juga diuraikan bagaimana pola belajar yang bisa diterapkan untuk diri sendiri maupun untuk anak cucu kita.

Bab ketiga juga akan membawa kita pada penjelasan tentang penyakit turunan yang wajib diketahui sedini mungkin dengan identitas nasab dan Khasab.

Sehingga nantinya kita bisa mengetahui porsi nutrisi yang baik bagi tubuh kita yang mampu mempengaruhi kinerja kita dalam hidup.

Intinya adalah sebelum kita belajar, kita diharuskan untuk mengenali identitas diri terlebih dahulu. Tidak hanya itu saja, bab ketiga banyak membahas tentang ilmu bahasa, bisnis dan logika.

Buku parenting Abiku Memang beda karya Umar Humam ini sangat cocok untuk orang tua yang memang peduli pada pendidikan anak.

Tidak hanya orang tua, anak remaja yang mau menunjukan hal terbaik versi dirinya kepada orang tuanya, atau orang tua yang ingin anaknya menjadi pebisnis muda yang sukses serta juga praktisi yang mau melakukan perubahan pendidikan dengan konsep baru bisa menerapkan apa yang ada di buku Abiku Memang Beda ini. Buku edukasi anak ini cocok untuk di semua kalangan yang menginginkan perubahan dalam hidupnya.