Cara Mengatasi Trauma Pada Anak

22 Oct 2020

Bukan hanya orang dewasa saja yang dapat merasakan trauma, namun anak-anak pun juga dapat merasakan, mengalami serta terpuruk dalam rasa yang tidak enak. Kondisi trauma ini dapat bermacam-macam, ada yang terjadi di dalam kurun waktu yang singkat bahkan ada juga yang dapat berkepanjangan sampai anak beranjak dewasa. 

Sebagai orang tua, ayah dan bunda perlu untuk memerhatikan pemandangan yang tidak seharusnya dilihat oleh anak terlebih bila dapat menimbulkan rasa trauma pada anak. Sebenarnya ada banyak sebuah kejadian yang dapat menciptakan rasa trauma kepada anak ketika si kecil melihat atau merasakan sesuatu secara langsung seperti: 

• Berada di situasi kejadian berhaya seperti ada bom dan atau bencana alam. 

• Mengalami sebuah perbuatan yang tidak menyenangkan dari teman sebaya. 

• Melihat kekerasan dan hubungan yang kurang baik di dalam keluarga. 

• Melihat seseorang terkena pelecehan seksual.

• Menyaksikan seseorang dengan emosi yang sulit terkontrol karena dapat memicu si kecil menjadi merasa takut. 

Anak-anak yang melihat pemandangan yang kurang baik untuk dilihat atau dianggap kurang wajar dapat memicu sebuah rasa trauma terlebih bila si anak merasa tersudutkan serta membuat si kecil menjadi merasa ketakutan. 

Peran orang tua akan sangat turut andil dalam mengatasi masalah ini. Bagi orang tua yang merasa kebingungan dalam mengatasi rasa trauma pada anak, berikut ada beberapa cara mengatasi trauma pada anak yang perlu orang tua coba. 


Cara Mengatasi Trauma Pada Anak 


Berusaha Mengenal Dan Menerima Perasaan Anak 

Dilansir dari beberapa psikolog beberapa kasus anak-anak yang mengalami trauma dapat berkembang menjadi gangguan stress pasca trauma. Pemandangan yang kurang enak untuk dilihat dapat memicu sebuah terjadinya trauma pada anak, apalagi orang tua tidak dapat membatasi segala kejadian yang dapat terlihat oleh anak-anak secara langsung. Dalam mengatasi trauma yang dirasakan oleh si kecil, sebagai orang tua cobalah untuk mengenal penyebab terjadinya trauma si kecil. 

Orang tua tidak akan dapat mengetahui faktor yang menjadi pemicu terjadinya trauma si kecil bila tidak diajak berdiskusi secara langsung. Maka dari itu ajaklah si kecil untuk mengenal dan menerima perasaan trauma yang memang sedang terjadi pada si kecil. Jangan memotong pembicaraan ketika si kecil sedang bercerita, orang tua hanya perlu menjadi pendengar yang baik agar si kecil dapat menceritakan kejadian tersebut secara detail. 


Berusaha Memberikan Perhatian Khusus 

Trauma terkadang dapat membuat kondisi psikologis si kecil menjadi terganggu dan tidak nyaman dalam menjalani segala aktivitas keseharian si kecil. Bahkan di kondisi tertentu trauma anak dapat membuat pola pikir si kecil terganggu karena kejadian tersebut seolah-olah terbayang-bayang dalam ingatan. 

Tak jarang juga usaha serta perhatian khusus perlu dilakukan agar si kecil dapat merasa aman dan nyaman. Tanpa disadari bentuk perhatian yang diberikan oleh orang tua dapat membuat si kecil merasa tidak sendirian dalam menjalani masa trauma tersebut. Di situasi ini orang tua perlu hadir agar si Kembali bangkit dan percaya diri dalam menyembuhkan perasaan trauma anak. 


Datang dan Berkonsultasi Dengan Psikolog Anak 

Kondisi trauma yang dialami oleh si kecil tentu tidak dapat dipastikan secara nyata seperti sembuhnya luka. Namun terkadang ada beberapa orang yang seolah dapat menyembunyikan perasaan diri sendiri dan menganggap rasa trauma yang dialaminya sebagai persoalan biasa. 

Demi kesehatan mental dan psikologis si kecil dari rasa trauma, orang tua dapat memulihkan si kecil dengan mendatangi psikologis anak. Ketika sudah berada di tempat yang tepat dirinya akan terbantu dengan berbagai saran yang diberikan oleh psikolog. Berbagai terapi yang dilakukan ketika sesi konsultasi bersama psikolog pun dapat membantu dalam menghilangkan rasa trauma si kecil. 


• Memperkecil Ketakutan Ketika Trauma Kembali Muncul 

Peristiwa yang kurang enak dilihat oleh anak-anak dapat saja memicu trauma pada si kecil terlebih bila kejadian itu terjadi secara mendadak. Untuk memperkecil ketakutan karena trauma kembali muncul ada baiknya si kecil selalu diberikan rasa nyaman sekaligus pengertian kepada si kecil bahwa si kecil akan selalu aman. 

Biasanya juga ketakutan akibat trauma ini muncul di dalam mimpi sehingga dapat memicu terjadinya gangguan tidur kepada anak karena perasaan takut bila kejadian serupa akan terulang kembali.