Cara Merangsang Anak Agar Cepat Bisa Berbicara

11 Aug 2020

Setiap anak kecil terlebih bila masih bayi pasti akan sangat menggemaskan, terlebih bila si kecil sudah mulai dapat berceloteh dan mengeluarkan beberapa kata walau terbata bata dan belum terlalu jelas seperti “mam mam pa pa pa”.

Bayi biasanya akan mulai berceloteh sekitar usia empat bulan sampai enam bulanan. Ketika bayi memasuki usia tujuh bulan dampai sepuluh bulanan kosakata si kecil pasti akan bertambah setiap bulannya.

Dengan bertambah usia nya si kecil maka kosakata nya pun akan semakin banyak dan semakin jelas dalam pelafalan nya.

Memasuki usia satu tahun sampai tiga tahun si kecil akan lebih fasih dalam berbicara dan mengulang kata yang di ucapkan oleh orang sekitarnya terlebih dengan keluarga intinya.

Namun perlu untuk diketahui bahwa perkembangan berbicara setiap bayi itu akan berbeda-beda dengan setiap anak nya.

Bila si kecil belum dapat berbicara hingga usia nya sudah memasuki usia dua tahun maka perlu untuk diwaspadai, karena takut nya si kecil mengalami gangguan tertentu.

Berikut ada beberapa cara merangsang anak agar cepat bisa berbicara dengan lancar dan jelas :


1. Sering Mengajak Anak Berbicara

Tidak perlu untuk menunggu bayi berusia tiga bulan sejak si kecil dilahirkan dalam orang tua nya untuk mengajak berbicara.

Ajak saja bayi bicara walaupun bayi tidak akan menjawab namun sebenarnya sel syaraf otak si kecil telah menangkap sinyal dengan baik dan telah menyimpan kata-kata tersebut di dalam memori.

Semakin sering diajak berbicara maka si kecil pun akan semakin banyak mengingat kosakata. Jadi sebagai orang tua jangan pernah lelah untuk mengajak berbicara dengan si kecil ya.


2. Mendongengkan Cerita Untuk Anak

Cara merangsang anak agar cepat bisa berbicara dapat dilakukan dengan menceritakan cerita dongeng kepada anak.

Seperti dongeng tentang kisah nabi dan sahabatnya, tentang legenda, kisah tentang hewan dan masih banyak lagi.

Ketika sedang membacakan dongen ke anak sebaiknya untuk jangan terlalu cepat, bacakan dongeng secara pelan serta tidak lupa untuk disertai dengan ekspresi yang tepat sehingga dapat menarik perhatian si kecil.


3. Menanggapi Setiap Ucapan Anak

Bila anak sudah mulai mengoceh walaupun ocehan yang dikeluarkan belum terlalu jelas, sebaiknya para orang tua tetap perlu untuk mendengarkan dan menanggapi setiap perkataan yang keluar dari mulut si kecil.

Dan harus dengan melakukan kontak mata untuk menunjukkan keseriusan, dengan begitu si kecil akan merasa diperhatikan.


4. Mengucapkan Kosakata Yang Mudah Dipahami Oleh Anak

Ketika berbicara dengan bayi yang usia nya masih dibawah satu tahun maka akan lebih baik bila memberikan kosakata yang mudah dipahami oleh anak. Contohnya dapat dimulai dengan kata mama dan juga papa.

Lalu bisa tambahkan dengan kata yang sering digunakan setiap harinya seperti mamam, susu, bobok dan masih banyak lagi. Ulangi setiap kata secara bertahap agar si kecil dapat semakin paham dengan kata-katanya.

Perlu diingat untuk tidak mengucapkan kata kasar di depan anak karena hal itu nantinya akan terekam dalam memori si kecil dan dapat memberikan pengaruh buruk pada perilaku anak nantinya.


5. Mengajarkan Anak Berbicara Secara Perlahan

Jangan berbicara dengan anak terlalu cepat dan keras, usahakan untuk berbicara dengan lembut serta perlahan. Bila ingin mengajak tidur maka ucapkan dengan perlahan dan berulang tanpa harus tergesa-gesa.

Selain itu lebih baik juga untuk menggunakan peragakaan bagaimana gaya tidur, seperti meletakkan telapak tangan di atas kepala sambal memejamkan mata. Dengan memberikan contoh, diharapkan anak dapat mengerti maksud dari kata tidur itu apa.


6. Menyanyikan Lagu Khusus Anak

Dengan bernyanyi dapat membuat hati menjadi suka cita dan bahagia. Maka dari itu boleh sesekali berbicara dengan anak menggunakan metode yang menyenangkan seperti lewat lagu.

Tetapi harus seleftif dalam memilih lagu dan usahakan untuk menyanyikan lagu anak yang liriknya mudah untuk dipahami dan didengar.

Jika bisa juga lagu yang dinyanyikan mengandung unsur edukasi, baik dalam ilmu pengetahuan umum ataupun ilmu agama. Orang tua dapat menyanyikan lagu ketika sedang mengendong , bersantai atau sebelum si kecil akan tidur. Ketika menyanyikan dapat juga dengan menggunakan musik atau video.