Ciri-ciri Demam Berdarah Pada Anak

05 Aug 2020

Hidup di negara tropis seperti indonesia merupakan hal yang menyenangkan, karena Indonesia tidak mengalami musim panas atau musim dingin seperti di negara-negara 4 musim, dimana saat musim panas udara benar-benar panas dan ketika tiba musim dingin udara mengalami minus hal ini tentunya jauh dari rasa nyaman bagi kita yang terbiasa dengan iklim udara sedang dan tidak ekstrim.

Tetapi negara dengan iklim tropis seperti indonesia adalah negara dengan jumlah kasus demam berdarah pada anak anak.

Sifat demam berdarah yang bisa menular membuat penyakit ini menjadi menakutkan, sakit yang di sebabkan oleh virus Dengue yang di bawa oleh nyamuk Aedes albopictus atau Aedes aegypti. Bagai mana cara mendeteksi apakah si kecil sakit deman berdarah di bawah ini adalah penjelasan ciri ciri demam berdarah pada anak.


Ciri - ciri Demam Berdarah Pada Anak-anak


1. Anak Mengalami Demam Tinggi Secara Mendadak

Sakit demam biasa sebenarnya bisa saja terjadi secara mendadak, tetapi untuk kasusu DBD biasanya panas yang terjadi sangat tinggi dan cenderung tidak wajar.

Perbedaan yang sangat gmpang untuk mengenali demam karena DBD adalah demam pada tubuh si kecil biasanya bisa mencapai 40 derajat, tanpa di sertai pilek dan batuk.

2. Mual Dan Muntah

Anak anak yang mengalami mual dan muntah secara tiba tiba tanpa ada gejala masalah pada pencernaanya ini juga harus di curigai sebagai gejala DBD.

3. Terlihat Kelelahan

Si kecil terlihat kelelahan dan tidak nafsu makan, asupan makanan sangat penting untuk tubuh si kecil karena dari makananlah di peroleh asupan nutrisi untuk system imun di tubuhnya.

4. Nyeri Pada Ototnya

Sakit nyeri di badan pada tubuh si kecil dengan di sertai demam disertai dengan tubuh menggigil merupakan ciri yang umum si kecil terkena gejala DBD

5. Sakit pada Bagian Belakang Mata & Sakit Kepala yang Parah

Gejala umum yang sering menjadi tanda atau gejala demam berdarah adalah sakit kepada di sertai dengan sakit pada bagian belakang mata. Biasanya di alami setelah beberapa jam si kecil mengalami demam.



3 Fase Demam Berdarah yang Harus Bunda Pahami


1.Fase Demam

Di fase ini biasanya si kecil akan mengalami demam tinggi samapi 40 derajat celcius selama kurang lebih 2 sampai dengan 7 hari, jika ternyata demam si kecil terus terjadi kemungkinan itu bukanlah gejala demam berdarah.

Di fase ini berikanlah air putih sebanyak-banyaknya kepada si kecil , hal ini di lakukan agar tubuh si kecil tidak semakin lemah karena dehidrasi, dan air putih juga bermanfaat untuk menurunkan demam si kecil.

2. Fase Kritis

Fase kritis dimulai setelah si kecil mengalami fase demam, di fase ini bunda harus benar-benar memperhatikan kondisi si kecil. Di fase kritis ini biasanya suhu tubuh si kecil akan mengalami penurunan sampai dengan 37 derajar celcius.

Bunda harus ingat di fase ini trombosit si kecil akan turun secara signifikan dan bisa terjadi pendarahan, di fase ini bunda harus segera membawa si kecil ke tim medis untuk lebih di tangani secara intensif.

Resiko kebocoran pembuluh darah bisa terjadi di fase ini, tanda tanda sedari awal yang bisa di perhatikan adalah si kecil mengalami mimisan , muntah terus menerus , dan nyeri perut yang parah dan juga pembesaran organ hati.

3.  Fase Penyembuhan

Fase selanjutnya adalah fase penyembuhan, di fase ini si kecil akan merasakan demam lagi, trombosit pada tubuh si kecil perlahan akan naik dan normal kembali.

Di fase ini si nafsu makan si kecil biasanya kan mulai kembali normal, penurunan pada nyeri otot di tubuh, dan tubuh akan berangsur-angsur kembali segar.


Cara Mencegah Demam Berdarah Pada Si Kecil


1. Gunakan Anti Nyamuk

Demam berdarah tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa saja tetapi juga anak anak, untuk mencegah kemungkinan yang tidak menyenangkan ini oleskan minyak telon habbie anti nyamuk ke sekujur tubuh si kecil, akan lebih terasa segar jika ini di lakukan selepas memandikan si kecil.

2. Bereskan Barang Barang yang Bisa Menjadi Penampung Air Dan Nyamuk Bersarang

Kaleng bekas atau ember bekas yang tidak tepakai sebaiknya jangan di biarkan tergenang oleh air, vas bunga di dalam rumah juga biss menjadi tempat nyamuk bersarang jika terdapat air di dalamnya. Rutinlah mengecek kondisi kebersihan di dalam maupun di sekitar lingkungan rumah, pastikan tidak ada kemungkinan nyamuk dapat bersarang disitu.

3. Jangan Menggantung Baju Terlalu Lama Di dalam Ruangan

Salah satu tempat favorit nyamuk untuk hinggap adalah di tempat gantungan baju, tumpukan baju kotor juga merupakan tempat yang di senangi oleh nyamuk. Sebisa mungkin hindarilah menumpuk baju kotor ataupun menggantung baju yang bersih terlalu lama agar tidak menjadi sarang nyamuk.

4. Rajinlah Menguras Bak Kamar Mandi

Pernahkah bunda melihat telur telus kecil di dinding bak mandi? Jika melihat gejala ini segera bersihkan bak mandi. Untuk amanya sebaiknya bunda membersihkan atu menguras bak kamar mandi setiap seminggu sekali, untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.


Mencegah demam berdarah lebih baik dari pada mengobatinya, demam berdarah merupakan penyakit yang berbahaya dengan angka kematian yang cukup tinggi. Semuanya bisa di cegah dengan membiasakan hidup sehat sedari dini.