Flek Paru Pada Anak

06 Oct 2020

Menjadi orang tua merupakan sebuah tanggung jawab yang amat besar karena anak merupakan sebuah anugerah yang harus sangat dijaga dan didampingi selama masa pertumbuhan dan perkembangan si buah hati.

Namun pada kenyataannya, tugas sebagai orang tua sangat lah tidak mudah dibutuhkan ekstra kesabaran dalam menghadapi si buah hati.

Seiring berjalannya waktu mungkin akan ada suatu masalah sebuah penyakit yang akan di alami oleh si kecil seperti ancaman flek paru pada anak.

Penyakit flek ini merupakan sebuah penyakit penyakit menular yang dapat mengancam pertumbuhan dan juga perkembangan si kecil.

Penyakit flek paru merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat bertahan di dalam tubuh pada masa yang cukup panjang.

Untuk saat ini penyakit flek ini dapat disembuhkan dan juga diobati, cara pencegahannya pun sudah dapat dilakukan yakni dengan memberikan sebuah vaksin.

Bila ada orang tua yang memiliki masalah penyakit flek paru pada anak maka orang tua harus sabar dan juga konsisten dalam mendampingi si kecil dalam pengobatan dan terapi dari medis.


Mengenal Flek Paru Pada Anak

Penyebab dari penyakit flek paru pada anak ialah dari adanya bakteri yang menyebar dari satu orang ke orang lain.

Cara penularan penyakit flek ini dapat melalui udara seperti ketika penderita mengalami batuk, bersin, meludah, berbicara atau juga tertawa.

Salah satu jenis flek paru pada anak yang banyak diderita ialah tuberculosis (TB). Tuberculosis bukanlah sebuah batuk biasa karena tuberculosis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis dimana bakteri ini menyerang organ paru paru.


Gejala Dan Ciri Flek Paru Pada Anak

Gejala utama dari anak yang menderita flek paru pada anak yaitu:

1. Mengalami batuk berdahak selama sekitar dua minggu an atau pun lebih

2. Berkeringat pada malam hari walaupun tidak melakukan suatu kegiatan fisik

3. Mengalami demam dan juga meriang lebih dari satu bulan


Diatas merupakan gejala utama dari penderita flek paru pada anak, namun dibawah ini akan dijelaskan gejala tamabahan bagi anak yang mengalami flek paru, yaitu:

1. Mengeluarkan dahak yang bercampur darah

2. Mengalami batuk berdarah

3. Mengalami sesak nafas

4. Penurunan dalam nafsu makan

5. Mengalami penurunan berat badan

6. Badan menjadi cenderung lemas

7. Malaise, tidak nyaman, badan menjadi lesu


Dalam sebuah catatan dari badan kesehatan dunia atau sering disebut dengan WHO di tahun 2003 ada terdapat kasus penderita tuberculosis yang mencapai delapan koma enam juta kasus yang terjadi di tahun 2002.

Di negara indonesia sendiri dapat berpeluang untuk mengalami penurunan angka penyakit dan juga kematian akibat dari tuberculosis menjadi setengah nya pada tahun 2015 bila dibandingkan dengan kasus yang terjadi di tahun 1990.

Namun ada juga yang menyatakan bila flek paru pada anak jangan langsung dikaitkan dengan penyakit tuberculosis atau TB atau TBC karena tidak semua flek yang terlihat di dalam paru paru itu tuberculosis atau TB / TBC.

Istilah flek paru paru sering kali digunakan walau dalam dunia kedokteran sendiri tidak ada penyakit yang bernama flek paru paru.

Karena hampir semua penyakit yang menyerang atau berhubungan dengan paru paru dapat menimbulkan flek di paru paru tersebut. Kata flek sendiri berasal dari bahasa belanda yang memiliki arti noda.

Untuk anak yang memiliki penyakit flek paru pada anak ini biasanya akan mengalami batuk berkepanjangan yang tidak kunjung berhenti dengan begitu akan disarankan untuk melakukan sebuah rontgen.

Rontgen ini berguna untuk melihat apakah ada flek atau tidak di dalam paru paru dan untuk melihat ukuran dan bentuk dari flek itu sendiri.

Namun untuk mengetahui lebih lanjutnya dari penyebab penyakit flek paru pada anak ini diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut dari beberapa dokter, batuk yang dialami oleh anak anak biasanya penyebabnya karena adanya benda asing yang masuk ke dalam saluran pernafasan termasuk masuk ke dalam paru paru.

Benda asing yang masuk ke dalam tubuh ini dapat berupa alergen atau bahan pencetus alergi dan atau mikroorganisme (virus atau bakteri) yang dengan adanya batuk ini diharapkan lendir dapat keluar. Untuk mengetahui lebih lanjut apakah anak terkena penyakit tuberculosis atau tidak mak diperlukan pemeriksaan mantoux test yang berguna untuk melihat ada atau tidak nya bakeri atau virus yang menjadi penyebabnya tuberculosis ini.

Selain itu juga perlu dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat laju endapan darah dan jenis limfosit nya.

Bila anak sudah diketahui memang terkena flek paru pada anak maka si kecil biasanya akan diberikan obat yang harus diminum selama beberapa bulan dan biasanya tidak boleh berhenti.

Namun sebaiknya para orang tua yang anak nya mengalami flek paru pada anak untuk mencari lebih dahulu penyebab flek yang terjadi pada si kecil.

Karena tidak sedikit dokter yang akan langsung memberikan obat tuberculosis pada anak padahal bisa saja jika ternyata si kecil hanya mengalami sebuah alergi.

Bila anak memiliki flek paru pada anak janganlah untuk langsung memvonis si kecil dengan penyakit TB atau TBC ini karena banyak penyakit paru paru yang juga memiliki gejala seperti batuk yang terus menerus tanpa henti dan juga mengalami adanya sebuah flek di paru paru si kecil.

Para orang tua juga sebaiknya jangan memberikan perlakuan yang berbeda pada anak yang memiliki flek pada paru paru nya bisa saja si kecil tertular dari para orang dewasa.


Faktor Risiko Terkena Flek Paru Pada Anak

Secara umum seseorang yang berisiko tinggi terkena flek paru pada anak ini terbagi dalam dua kategori yaitu:

·        Orang yang baru saja terinfeksi bakteri TBC yang meliputi:

·        Kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi TBC

·        Seseorang yang berimigrasi dari area dengan tingkat terjangkitnya TBC lebih tinggi

·        Anak yang masih berusia dibawah lima tahun dan memiliki tes TBC positif

·        Kelompok dengan tingkat penularan TBC yang tinggi seperti tunawisma, pengguna narkoba suntuk dan seseorang yang terkena infeksi HIV

·        Seorang anak yang tinggal dengan orang yang berisiko tinggi terkena TBC seperti panti asuhan, penampungan tunawisma, fasilitas pemasyarakatan dan lain lain.


Orang yang dengan kondisi medis dimana sistem daya tahan tubuh rendah

Bayi dan anak anak pada umumnya memiliki ketahanan tubuh yang rendah, selain itu orang yang dengan kondisi seperti dibawah ini juga rentan terkena penyakit TBC:


·        Memiliki penyakit ginjal yang berat

·        Tranplantasi organ

·        Kanker di kepala dan leher

·        Perawatan medis seperti kortikosteroid dan transplantasi organ

·        Penanganan khusus untuk rheumatoid artritis atau penyakit crohn

·        Diabetes

·        Berat badan menurun drastis

·        Silikosis

·        Penyalahgunaan zat berbahaya

·        terinfeksi HIV


Para orang tua yang mendampingi anak nya dalam masa pertumbuhan tumbuh kembangnya terlebih bila si kecil sedang dalam masa penyembuhan dan terapi pengobatan dapat di dampingi dengan sebuah multivitamin anak yang mengandung kandungan alami sehingga nutrisi untuk kebutuhan anak sehari hari dapat terpenuhi.