Hal yang Mengganggu Tidur Si Kecil

28 May 2020

Momen bayi saat tidur tentu saja menjadi hal yang menyenangkan bagi para ibu. Si kecil dapat beristirahat dan mencukupi kebutuhan tidurnya. Menjaga kebutuhan tidur bagi bayi memang sangat diperlukan. Kebutuhan istirahat bayi cukup banyak. Bagi bayi yang baru lahir, bayi dapat tidur sekitar 16 hingga 17 jam sehari. Akan tetapi dalam sekali tidur, bayi hanya bertahan 1 hingga 2 jam saja kemudian terbangun.

Berbeda dengan bayi di usia lebih dari 6 bulan, bayi membutuhkan waktu tidur total sekitar 12 hingga 16 jam sehari. Namun pada rentan usia ini, bayi sering terbangun dalam beberapa menit baru kemudian tidur kembali. Dengan siklus tidur yang tidak stabil seperti ini, ternyata terdapat momen saat bayi mengalami gangguan tidur. Gangguan tidur pada bayi ini tentu akan mengganggu kualitas tidur bayi. 


Penyebab Gangguan Tidur Bayi

Gangguan tidur pada bayi pada umumnya berkaitan dengan gangguan kesehatan. Namun, tidak hanya gangguan kesehatan saja. Beberapa gangguan dari faktor ekternal bayi juga dapat berpengaruh. Berikut beberapa faktor penyebab gangguan tidur bayi.


·        Gangguan Pernafasan

Gangguan pernafasan dapat dialami bayi yang menyebabkan saat hidung tersumbat. Sebenarnya hidung tersumbat merupakan cara perindungan diri tubuh terhadap kuman. Akan tetapi, akan mengganggu jika lendir pada hidung terlalu banyak. Sehingga berakibat bayi sulit untuk bernafas. Pada saat tidur, si kecil tentu akan sangat terganggu jika mengalami hidung tersumbat.


·        Refluks

Refluks lebih dikenal dengan kata gumoh. Bagi sebagian ibu pasti mengenal kata gumoh. Refluks ini terjadi pada saat bayi mengeluarkan cairan susu dari mulutnya. Refluks berbeda dengan muntah, hal ini terjadi karena bayi sudah mulai bisa menolak makanan. Jika mengalami refluks atau gumoh saat tidur tentu akan membuat bayi sering terbangun dan tidak nyenyak saat tidur.


·        Mengalami Sleep Apnea

Sleep apnea atau sering disebut dengan apnea tidur. Gangguan ini terjadi pada sistem pernafasan bayi saat tidur. Gangguan ini sangat berdampak serius jika tidak segera ditangani. Semua bayi memiliki resiko mengalami sleep apnea. Akan tetapi penyakit ini lebih beresiko dialami oleh bayi-bayi prematur yang lahir sebelum minggu ke-37 kehamilan. Dengan adanya ganggguan pernafasan yang cukup serus ini, bayi tentu akan tidak nyenyak saat tidur.


·        Sakit Tumbuh Gigi

Proses tumbuh gigi pada seorang bayi ternyata memerlukan waktu yang lama dan juga menyakitkan. Maka tidak heran jika saat tumbuh gigi pertama kali, akan membuat bayi sulit tidur serta rewel tidak tenang. Proses tumbuh gigi ini menjadi salah satu faktor penting dalam mempengaruhi kualitas tidur bayi. 


·        Gangguan Dari Lingkungan Sekitar

Selain faktor dari dalam yang berhubungan dengan kesehatan. Terdapat faktor dari luar, lingkungan sekitar yang dapat mengganggu kualitas tidur bayi. Salah satunya adalah suara berisik. Beberapa bayi mungkin sensitif terhadap suara-suara berisik, sehingga mudah terbangun saat tidur. Disamping suara berisik, suhu ruangan yang panas juga dapat mempengaruhi kualitas tidur. Tidak hanya bayi, mungkin bagi orang dewasa juga akan terganggu saat suhu ruangan panas. Selanjutnya adalah gigitan serangga atau nyamuk, kulit si kecil yang masih sangat sensitif akan membuat si kecil mudah terbangun jika di gigit nyamuk, oleskan selalu minyak telon anti nyamuk habbie jika hendak menidurkan si kecil.


Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Mengatasi Gangguan Tidur Bayi

Dengan mengetahui beberapa faktor yang bisa menyebabkan gangguan tidur bayi. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab, tentu harus menghindarinya agar bayi ada dapat tidur dengan berkualitas. Berikut ini terdapat beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk mengatasi gangguan tidur pada bayi.

·        Menyiapkan kondisi kamar yang aman dan nyaman bagi si kecil. Tempat tidur yang nyaman akan membuat si kecil tidur dengan nyenayak. Apalagi didukung dengan pencahayaan yang pas, tidak berlebihan dan tidak terlalu gelap. Akan membuat bayi tidur dengan tenang.

·        Memposisikan tidur si kecil dalam posisi terlentang. Sebaiknya hindarai posisi tidur tengkurap pada bayi. Hal ini untuk mengurangi resiko SIDS atau kematian mendadak pada bayi.

·        Sebaiknya menghindari penggunaan barang-barang tambahan pada tempat tidur bayi. Barang tambahan seperti boneka, mainan, guling, atau selimut berlebih. Dikhawatirkan barang-barang tersebut dapat mengganggu tidur bayi. Contohnya bulu boneka bisa masuk ke hidung dan menyumbat penafasan. Atau guling di samping kanan kiri bayi yang akan menghambat gerak bayi.

·        Beberapa hal di atas berhubungan dengan faktor dari luar bayi. Sedangkan untuk faktor dari dalam yang berkaitan dengan kesehatan. Sebagai orang tua harus lebih berhati-hati dalam merawat si kecil, agar terhindar dari beragam penyakit yang dapat menyerang bayi. Lindungilah bayi dari gangguan virus dan bakteri. Tidak lupa untuk mencukup asupan makanan yang bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Gangguan tidur pada bayi ternyata dapat disebabkan dari berbagai faktor. Dapat disebabkan karena faktor dari dalam atau juga dari lingkungan sekitar bayi. Untuk itu, sebagai orang tua perlu menciptakan suasana tidur yang nyaman bagi si kecil. Sehingga si kecil dapat tidur dengan nyaman tanpa ada gangguan.