Berbagai Macam Jenis Alergi pada Kulit Bayi

02 Jan 2020

Alergi kulit bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi dan juga orang sudah lanjut usia. Sangat miris biasanya bila alergi dalam tingkatan apapun terjadi pada bayi, karena bayi sendiri tidak bisa menjelaskan apa penyebab ketidaknyamanannya. Sinyal yang diberikan oleh bayi biasanya berupa tangisan saja.

Sebenarnya tidak semua tingkatan alergi menyebabkan dampak bahaya bagi anak, hanya saja kekhawatiran orang tua kerap menambah permasalahan. Hal itu tidak berlebihan, terutama untuk orang tua yang baru saja menghadapi anak pertama. Alergi pada kulit bayi bergantung jenis kulit bayi sendiri.

Penyebab alergi pada umumnya ada dua, pertama bayi bersentuhan langsung dengan sebab alergi tersebut. Kedua, sistem imun tubuh bayi tidak begitu kuat untuk melindungi lapisan kulit sehingga timbullah alergi. Ada berbagai jenis alergi yang bisa terjadi pada kulit bayi, diantaranya berikut ini.


Jenis-jenis Alergi Kulit pada Bayi

Gatal dan bengkak kerap melanda bayi yang kulitnya sensitif. Alergi seperti ini disebut sebagai angioedema yang bisa timbul di beberapa area, seperti alat kelamin, bawah bibir, serta kelopak mata. Bentuknya seperti bentol, namun tidak akan bertahan lama karena akan menghilang sendirinya.

Alergi kedua yang biasanya rentan terhadap bayi dengan kulit sensitif adalah dermatitis kontak. Artinya, kulit bayi akan memberikan sinyal tertentu, seperti gatal parah, ruam, dan kulit tampak kering serta bersisik. Pemicu alergi ini biasanya dari sabun, detergen, serbuk sari, parfum, bulu hewan, dan debu.

Berikutnya jenis alergi yang terbilang berbahaya untuk kulit bayi adalah alergi yang disebabkan oleh air liur. Ketika terlahir, ada beberapa bayi dengan produksi air liur parah. Konon, produksi air liur berlebih ini berbahaya bagi jenis kulit bayi yang sensitif, bisa menimbulkan ruam merah dan rasa gatal menyiksa.

Eksim adalah salah satu alergi kulit bayi yang menempati porsi sebanyak 10% dari keseluruhan bayi di dunia. Beberapa penyebab eksim ini bisa beragam, diantaranya dari makanan, asma, dan rhinitis alergi. Tanda terjadinya eksim itu kulit kering, permukaan menebal, dan terjadi iritasi yang berulang kali.


Penyebab Alergi pada Kulit Bayi

Penyebab alergi pada bayi bisa beragam sumbernya, salah satu yang paling kuat adalah faktor genetik dari kedua orang tua. Jika keduanya atau salah satu menderita alergi tertentu, anak akan mewarisi alergi tersebut dengan persentase sebesar 70%. Artinya masih ada harapan normal sebesar 30% lainnya.

Penyebab alergi kedua datangnya dari makanan atau benda apa pun yang dimasukkan ke dalam mulut. Orang tua harus waspada ketika anak sudah mulai tumbuh gigi dan hobi memasukkan berbagai benda ke dalam mulut. Sebab kuman bisa datang dari mana saja, bisa karena paparan debu atau sebagainya.

Selanjutnya, alergi yang tidak kalah penting itu biasanya disebabkan oleh lingkungan, misal udara terlalu dingin. Hal ini paling jarang ditemukan dibandingkan alergi, karena faktor keturunan, tapi bukan berarti bisa diabaikan. Orang tua harus peka untuk memberikan proteksi berkecukupan bagi anak-anak mereka.

Tidak berlebihan jika memberikan proteksi ganda kepada bayi karena salah satu penyebab alergi bisa datang dari gangguan hewan. Misal, orang tua lengah dan bayi mengalami gigitan dari serangga.


Perbedaan Alergi dan Biang Keringat

Alergi itu salah satu masalah kulit yang bisa menimpa bayi, di samping itu masih ada jenis lainnya, seperti biang keringat. Sayangnya, kita kerap menyamaratakan keduanya, padahal sama sekali berbeda. Bayi dengan gejala biang keringat biasanya ditandai dengan beberapa ciri di bawah ini:

  • Kulit menjadi kemerahan.
  • Bayi terlalu sering menggaruk kulit dan gelisah serta muncul kemerahan pada kulit bayi.
  • Kulit kering bisa melanda bayi yang alergi.

Biang keringat biasanya singgah di beberapa tempat, seperti ketiak, leher, dan berbagai area lainnya yang notabene merupakan lipatan serta tempat diproduksinya keringat lebih banyak. Punggung bisa menjadi sarang biang keringat meskipun tidak memiliki lipatan karena hawa panas ketika bayi tidur.

Itu tanda-tanda bayi jika terkena biang keringat, lain hal dengan beragam gejala alergi yang bisa menimpa bayi. Bayi yang terkena alergi biasanya akan memberikan sinyal dengan beberapa gejala seperti di bawah ini:

  • Kulit terasa gatal, bayi akan memberikan sinyal melalui tangisan.
  • Bayi sulit bernapas, biasanya orang tua bisa mengidentifikasi dari suara tidur bayi.
  • Diare, ini mudah ditelusuri dari seberapa sering bayi berganti popok.
  • Ada pembengkakan di beberapa area tubuh bayi.
  • Terjadi flu dan bersin.

Menyangkut permasalahan penyakit, baik itu yang serius atau ringan pada bayi tentu mesti menjadi perhatian setiap orang tua. Bayi tidak semua tipenya sama, ada yang baru tidak nyaman sedikit sudah memberikan sinyal, ada yang juga menahan rasa tidak nyaman dan ketika sudah sangat sakit baru memberikan sinyal. Menjadi hal penting bagi tiap orang tua mengenal karakter bayinya masing-masing.