Makna yang Berbeda dari Setiap Tangisan Bayi

11 Dec 2019

Menangis menjadi cara komunikasi bayi untuk mengungkapkan apa yang diinginkannya. Sayangnya, tidak ada satu orang pun yang mengerti bahasa tangisan ini, terlebih bagi sang ibu. Apabila ibu mengerti bahasa si kecil, itu karena keterikatan batin yang dimilikinya, bukan karena tangisan yang berperan sebagai bahasa. Oleh karena itu, banyak orang tua yang salah mengartikan tangisan si kecil.

Jika diperhatikan secara seksama, tangisan bayi akan berbeda-beda di setiap kondisi. Terkadang tangisannya melengking, tapi terkadang merintih. Perbedaan tangisan bayi ini mungkin menunjukkan adanya perbedaan faktor penyebabnya. Hal inilah yang bisa dijadikan tanda bagi kita untuk mengetahui apa yang diinginkan atau apa yang dimaksud bayi melalui tangisannya. Meski demikian, tidak mudah untuk bisa memahami tangisan bayi, terlebih jika tangisan terus berubah.

Bagi Anda yang baru pertama memiliki anak pasti merasa kebingungan saat mendengar tangisan bayi, terlebih jika kita tidak tahu apa yang diinginkan bayi agar bisa berhenti menangis. Oleh sebab itu, sebagai orang tua kita harus bisa memahami kemauan bayi. Karena si bayi tidak bisa menyampaikan keinginannya dengan bahasa yang dimengerti oleh orang sekitar. Maka simaklah ulasan berikut ini.


Kebingungan Ibu saat Bayi Menangis

Tangisan bayi bisa menjadi tanda bahwa bayi menginginkan sesuatu atau ingin mengungkapkan sesuatu. Sayangnya, sebagian besar dari kita tidak mengerti apa yang dimaksud oleh bayi karena mereka belum bisa berbicara. Jadi, mau tidak mau kita harus bisa memahami arti tangisan bayi. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah meresponnya dengan tenang, agar tangisan bayi tidak semakin menjadi.

Bagi para ibu muda, wajar saja jika mereka kebingungan dan resah ketika mendengar anak mereka menangis. Biasanya, para ibu muda mengira bahwa bayi menangis ketika mereka haus, sehingga mereka pun langsung memberikan susu atau menyusui mereka agar berhenti menangis. Jadi, yang menjadi perhatian di sini, bukannya mengetahui penyebabnya terlebih dahulu, tapi bagaimana caranya agar bayi berhenti menangis.

Namun, hal ini dirasa kurang tepat karena bayi bisa tenang jika mereka sudah mendapatkan apa yang diinginkan. Misalnya ketika mereka menangis karena popoknya yang sudah penuh atau tidak nyaman. Mereka akan berhenti menangis jika popok sudah diganti. Namun, jika Anda memberinya susu, maka tangisannya tidak akan berhenti atau bahkan semakin parah.


Makna Tangisan Bayi

Tangisan bayi memiliki beragam makna dan terkadang tidak sama antara satu bayi dengan bayi lainnya, salah satu penyebabnya adalah ketika bayi lapar. Kondisi ini biasanya membuat bayi menangis, terutama saat jam makan tapi belum diberikan makan atau belum disusui. Alasan ini biasanya lebih mudah dipahami karena berhubungan dengan jam makan dan kebutuhan nutrisi bayi.

Tangisan bayi juga bisa bermakna jika bayi ingin mendapatkan perhatian dari orang di seklilingnya, terutama orang tua. Bayi biasanya membutuhkan sentuhan sehingga orang tua sebaiknya menemani si kecil atau menggendongnya agar bayi merasa nyaman. Tangisan ini juga bisa bermakna jika bayi ingin menyampaikan rasa tidak nyamannya setelah mengompol atau buang air besar. Sehingga orang tua harus segera membersihkan dan mengganti popok.

Selain itu, masih banyak kondisi lain yang bisa membuat bayi menangis, seperti saat bayi ingin tidur, merasa kepanasan, kedinginan, merasa sakit atau terkadang memang bayi yang ingin menangis saja. Bayi menangis pada sore atau malam hari sepertinya hal yang biasa dan wajar karena hampir seluruh bayi seperti itu. Hanya saja, Anda harus lebih memperhatikan sekiranya apa yang menyebabkan bayi menangis.


Tips Menenangkan Bayi yang Menangis

Rasa cemas dan resah pasti akan menghampiri para ibu ketika bayi mereka menangis. Untuk bisa menenangkannya, maka Anda bisa melakukan beberapa hal. Tips pertama adalah menenangkan diri Anda terlebih dahulu dan gendong bayi dengan tenang agar bayi merasa nyaman terlebih dahulu. Baru kemudian periksa popok, apakah popoknya basah. Jika iya, segera ganti popoknya. Namun, jika tidak, berikan pelukan pada bayi.

Apabila bayi menangis karena lapar atau terakhir menyusu sudah lebih dari 3 jam yang lalu, maka susui bayi terlebih dahulu karena kemungkinan bayi Anda merasa lapar. Jika setelah disusui, bayi masih saja menangis, maka ajaklah anak bergerak sambil menggendongnya dam mengayungkan gendongan. Jika suara tangisan semakin melemah, bisa berarti bayi mengantuk dan ingin tidur.

Cara lainnya adalah dengan mengalihkan perhatian bayi agar tidak menangis lagi. Anda bisa menghibur bayi dengan mengajaknya “ci-luk-ba”, membuat mimik wajah yang lucu, atau menggerak-gerakkan mainan yang mengeluarkan suara yang disukai. Selain itu, Anda bisa melakukan pemijatan pada bayi karena hal ini bisa membuatnya lebih tenang. Anda juga bisa membedong bayi saat usianya 3-4 bulan agar terasa lebih hangat dan nyaman.

Tangisan bayi memang memiliki banyak makna yang membuat kita terkadang kebingungan untuk mengatasinya. Namun, dengan mengetahui makna dan memeriksa penyebabnya, maka kita bisa menenangkan bayi dengan cara yang tepat.