Mendongengkan Cerita Malin Kundang Kepada Si Kecil

10 Nov 2020

Ada banyak sekali dongeng atau cerita rakyat yang ada di nusantara Indonesia salah satunya ialah cerita malin kundang yang berasal dari daerah sumatera barat. Kisah dongeng malin kundang ini menceritakan seorang anak yang durhaka kepada ibunda kandungnya dan di kutuk menjadi batu.

Karena sangat populernya cerita dongeng malin kundang ini membuat kisah dongeng malin kundang sering diadaptasi dalam pementasan drama bahkan tidak tanggung tanggung cerita drama dari dongeng malin kundang sampai ke luar negri dan menggunakan bahasa inggris. 

Bukan hanya sekedar dongeng saja, isi cerita dongeng dari malin kundang ini pun mengajarkan banyak nilai positif yang baik untuk anak-anak. Mendongengkan cerita malin kundang ke si kecil sendiri memiliki manfaat-manfaat yang baik untuk anak.

Cerita dongeng malin kundang juga selalu menjadi sebuah pengingat untuk anak ketika anak tidak menurut dengan perkataan orang tua nya. Berikut beberapa rangkuman yang ada dalam cerita malin kundang yang nilai positif nya dapat diceritakan kepada si kecil.


Rangkuman Dongeng Cerita Malin Kundang Ke Si Kecil

Di Perkampungan Pantai Air Manis, Hiduplah Seorang Janda Yang Bernama Mande Rubayah Dan Memiliki Anak Laki-laki Bernama Malin kundang

Pada zaman dahulu di perkampungan pantai air manis di daerah Padang, Sumatera Barat tinggalah seorang janda yang bernama Mande Rubayah yang tinggalnya bersama dengan anak laki-laki nya dan bernama Malin Kundang.

Mande Rubayah ini sangat menyayangi anaknya dan memanjakan anak nya si Malin Kundang ini. Seiring berjalannya waktu pun Malin Kundang tumbuh menjadi anak yang sangat rajin serta penurut.

Mande Rubayah pun saat ini sudah sangat tua dan hanya dapat bekerja sebagai penjual kue saja yang hasil dari penjualan kue ini dapat mencukupi kebutuhan dirinya dan anaknya Malin Kundang.

Pada suatu waktu si Malin jatuh sakit yang hampir membahayakan nyawanya namun pada akhirnya Malin dapat diselamatkan berkat usaha dari ibundanya. Setelah Malin sembuh dari sakitnya membuat Malin semakin disayang, dan mereka pun semakin saling menyayangi.

Setelah Malin Kundang Dewasa, Malin Kundang Meminta Restu Kepada Ibunya Untuk Pergi Merantau Agar Dapat Mengubah Nasib

Setelah Malin telah beranjak dewasa, ia meminta izin dan restu kepada ibu nya agar memperbolehkan ia untuk merantau ke kota terlebih ketika itu ada kapal besar yang sedang merapat di Pantai Air Manis daerah Padang, Sumatera Barat.

Namun ternyata ibu Malin tidak memperbolehkan karena takut bila terjadi sesuatu di tanah rantau nantinya. Ibunda Malin pun berkata untuk Malin tetap disini saja menemani ibu.

Malin pun menjawab sambil dengan menggenggam tangan ibu nya dan berkata “ibu tenanglah disana nanti aku berjanji tidak akan terjadi apa-apa dengan diriku.

Ini juga merupakan kesempatan yang amat besar karena belum tentu dalam satu tahun sekali ada kapal besar yang merapat di daerah pantai sini dan aku ingin sekali mengubah nasib bu” kata Malin memohon kepada ibundanya.


Mande Rubayah Akhirnya Mengizinkan Malin Kundang Untuk Merantau Dan Selalu Mendoakan Anaknya Agar Selalu Selamat Di Perantauan

Dengan penuh berfikir panjang, akhirnya Mande Rubiyah mengizinkan Malin Kundang untuk merantau. Mande Rubayah pun berkata sambil berlinang air mata kepada Malin untuk cepatlah kembali dan ibu akan selalu menunggu mu pulang.

Walau dengan berat hati melepas kepergian Malin Kundang untuk pergi merantau namun sebagai ibu Mande Rubayah tidak lupa untuk membekali Malin dengan nasi bungkus yang dibungkusnya dengan daun pisang sekitar tujuh bungkus.

Setelah kepergian putranya Malin Kundang, dalam sehari-harinya Mande Rubayah sangat terasa berjalan begitu lambat. Mande Rubayah setiap harinya selalu memandang laut dan juga selalu mendoakan putranya agar selalu selamat dan sehat selama putranya merantau.

Setiap ada kapal besar yang merapat di pantai air manis, Mande Rubayah selalu menanyakan kabar Malin, namun jawaban dari para nahkoda dan juga para awak kapal selalu tidak memuaskan, putranya Malin pun tidak pernah menitipkan pesan dan atau menitipkan barang apa pun untuk ibunya.

Mande Rubayah Yang Semakin Tua Sangat Mengharapkan Putranya Untuk Segera Kembali Pulang

Doa Mande Rubayah tidak berhenti-henti sampai ia tidak sadar bahwa dirinya menjadi semakin tua. Tubuhnya pun mulai dimakan usia dimana jalannya pun juga sudah mulai membungkuk.

Sampai pada suatu malam Mande Rubayah mendapatkan kabar dari nahkoda kapal yang membawa kabar bila Malin telah menikah dengan gadis cantik dan seorang putri bangsawan yang sangat kaya raya.

Doa Mande Rubayah Akhirnya Terkabul, Suatu Hari Kapal Megah Yang Indah Merapat Ke Pantai

Doa-doa Mande Rubayah akhirnya terkabul dengan datangnya kapal megah yang indah dan merapat di pantai air manis. Para penduduk pedesaan pun menyambut kedatangan kapal megah tersebut, penduduk berkumpul di area sekitar kapal karena mengira bila kapal megah tersebut milik seorang sultan atau seorang pangeran.

Tidak terkecuali Mande Rubayah pun juga ikut berdesakan berdekatan dengan kapal. Di sini Mande Rubayah melihat sepasang muda mudi di atas kapal.

Pasangan muda mudi ini menggunakan baju yang berkilau sambil tersenyum. Mande Rubayah pun sadar bila lelaki yang ada di kapal itu merupakan Malin Kundang anaknya.

Mande Rubayah Mendatangi Serta Memeluk Malin Karena Takut Kehilangan Putranya Lagi

Ketika telah mengetahui bahwa yang ada di atas kapal itu putranya, ibu Malin mendahului para sesepuh kampung dan langsung menghampiri Malin. Mande Rubayah pun langsung memeluk erat Malin Kundang dengan sambil menangis dan seakan ia takut untuk kehilangan putranya lagi.

Mande Rubayah pun berkata “Malin putraku, kenapa begitu lama kamu tidak memberi kabar?”. Malin Kundang pun terkejut karena dipeluk oleh perempuan tua yang berpakaian compang camping dan si Malin pun tidak percaya bila perempuan itu merupakan ibundanya.


Istri Malin Merendahkan Ibu Malin Sehingga Malin Pun Juga Tidak Mengakui Ibundanya

Sebelum Malin sempat berpikir dan berbicara kepada perempuan yang sedang memeluknya, tidak disangka istri Malin yang cantik meludah lalu berkata “Apa benar perempuan jelek ini ibumu? Bukankah kau dulu pernah bilang bila ibumu merupakan seorang bangsawan yang sederajat dengan diriku? Mengapa kau berbohong kepada ku Malin?” ucap istri Malin yang sangat sinis.

Mendengar kata pedas dan sinis dari istrinya ini membuat Malin Kaundang langsung mendorong perempuan tersebut yang merupakan ibu kandungnya sampai terguling ke pasir. Dan Malin Kundang pun berkata dengan kasarnya “Dasar perempuan gila! Mana mungkin aku anakmu, aku bukan anakmu!”.

Malin Tidak Mengakui Ibundanya Dan Langsung Pergi Meninggalkan Pantai Air Manis, Disini Mande Rubayah Berdoa Dan Mnegutuk Malin Kundang Menjadi Sebongkah Batu

Setelah kejadian itu Malin Kundang dan istrinya pun langsung meninggalkan pantai air manis dan ibunya. Hati Mande Rubayah pun hancur dan sangat sakit tidak menyangka bila putra satu-satunya tega dengan ibunya.

Kejadian ini membuat ibunda Malin berdoa “Ya Tuhan bila memang dia bukan anakku maka maafkanlah, namun bila dia memang anakku Malin Kundang maka aku memohon keadilan dari dirimu ya Tuhan”.

Setelah itu cuaca tiba-tiba menjadi gelap, hujan lebat pun turun yang di temani dengan badai dan juga petir yang menghantam kapal Malin Kundang. Badai itu pun menghancurkan kapal Malin Kundang dan Malin Kundang pun terdampar menjadi batu. Malin Kundang dikutuk menjadi batu oleh ibunya karena durhaka kepada dirinya.


Tips Perawatan Si Kecil Sehabis Mandi
Read More
Tips Redakan Perut Kembung Si Kecil
Read More
Anak Sering Main Gadget, Berbahayakah?
Read More
Cara Aman Memberikan Pijatan pada Bayi
Read More