Melatih Anak Agar Berani Tidur Sendiri

04 Dec 2019

Membiasakan anak berani tidur sendiri merupakan budaya yang umum dilakukan di luar negeri. Mereka sangat mengutamakan kemandirian anak sehingga mengajarinya sedini mungkin, termasuk membiasakan anak untuk tidur sendiri. Tapi, kebiasaan ini rasanya belum banyak diterima oleh masyarakat Indonesia. Masih banyak orang tua yang mengajak anaknya tidur di kamar yang sama karena rasa khawatir jika meninggalkannya sendiri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak memang disarankan untuk tidur sendiri di ruangannya. Waktu yang paling tepat untuk anak memiliki kamar sendiri adalah ketika sudah masuk TK, tapi ada juga yang berpendapat bahwa kebiasaan ini sebaiknya diterapkan sejak kecil, bahkan saat usia anak 4 bulan. Membiasakan anak tidur sendiri di kamarnya menjadi upaya untuk membenarkan pola tidur anak, karena anak bisa tidur lebih lama.

Tapi, untuk melatih kebiasaan ini tidak semudah yang dibayangkan, karena diperlukan proses penyesuaikan anak dan orang tua untuk tidur di ruang yang berbeda. Biasanya, membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan hingga anak terbiasa dan nyaman tidur sendiri. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama dan kesabaran antara suami serta istri dalam mengondisikan anak agar tidur di ruangannya.


Kesalahan Saat Membiasakan Anak Tidur Sendiri

Meskipun tujuan dari kebiasaan ini cukup baik, tak jarang pula terjadi kesalahan dalam membiasakan anak tidur sendiri. Kebiasaan pertama adalah beralih ke tempat tidur terlalu cepat. Artinya, kita juga harus memperhatikan kondisi psikologis anak sebelum memutuskan untuk melatihnya tidur sendiri. Beberapa anak mungkin bisa tidur dengan tenang pada di bawah 1 tahun, tapi ada baiknya jika Anda memulai kebiasaan ini ketika anak berusia 2 sampai 3 tahun.

Kesalahan kedua adalah tidak memberikan perlindungan saat tidur, terlebih jika bayi atau anak Anda sering bergerak-gerak ketika tidur. Perlindungan yang kurang dapat membahayakan anak. Selain itu, tidak memperkenalkan tempat tidurnya yang baru pada anak menjadi kesalahan yang sering dilakukan oleh para orang tua. Tempat yang baru seringkali membuat anak kurang nyaman sehingga Anda harus mengenalkannya terlebih dahulu.

Selanjutnya, kebiasaan anak tidur di kamarnya sendiri juga harus diimbangi dengan jadwal tidur yang baik. Sayangnya, banyak orang tua yang justru lupa untuk mengatur jadwal tidurnya karena mereka hanya membiarkan anak masuk kamar tanpa tahu, apakah mereka tidur atau melakukan kegiatan lainnya. Orang tua yang tidak konsisten dalam menerapkan latihan ini juga dapat menjadi penyebab gagalnya latihan tidur di kamarnya sendiri.


´╗┐Manfaat Membiasakan Anak Tidur Sendiri

Manfaat utama dari membiasakan anak tidur sendiri adalah melatih otonomi diri. Di kamarnya inilah, anak berhak untuk mengatur barang-barang miliknya, memilih desain kamar, nuansa kamar dan hal-hal lain terkait kamarnya. Dengan ini, anak menjadi mudah bergaul, tanpa bergantung pada orang lain. Kemandirian juga dilatih dalam kebiasaan ini karena anak memiliki tanggung jawab tersendiri di dalam kamarnya.

Manfaat lainnya adalah mengembangkan rasa percaya diri pada anak. Ketika anak bisa melakukan otonomi dan tanggung jawabnya sendiri di kamar, maka berikan pujian atas keberhasilan tersebut karena hal ini baik untuk mengembangkan rasa percaya diri. Konsep dirinya juga akan berkembang dengan baik. Hal ini berhubungan dengan kemampuan anak untuk mempresentasikan diri pada orang lain yang nanti berguna untuk mengembangkan keterampilan sosialnya.

Selain itu, melatih anak tidur sendiri berarti mengembangkan keberanian dalam diri si kecil untuk menaklukkan rasa takut. Sebenarnya wajah jika anak merasa takut dan canggung untuk tidur sendiri. Tapi, dengan pembiasaan yang tepat, anak bisa menenangkan diri dan membuat dirinya nyaman. Rasa takut terhadap kegelapan, tidur sendiri, adanya penculik dan hal-hal lain itu akan hilang dengan sendirinya.


Tips Melatih Anak agar Berani Tidur Sendiri

Untuk menerapkan kebiasaan ini dengan baik dan mendapatkan manfaatnya, maka Anda bisa melakukan beberapa tips cerdas. Tips pertama adalah periksa anak ketika tidur di malam hari. Meskipun membiasakan anak agar berani tidur sendiri, bukan berarti meninggalkannya di dalam kamar begitu saja. Anda juga harus memeriksanya, apakah si kecil bisa tidur dengan nyaman. Namun, jangan terlalu sering karena bisa menggagalkan.

Ketika anak menangis, banyak ibu yang langsung menghampirinya karena merasa kasihan. Tapi, tidak ada salahnya jika Anda membiarkan anak saat menangis di malam hari jika memang tangisan tersebut disebabkan karena rasa takut dan belum terbiasa. Namun, jika kondisi tidak memungkinkan maka temani anak di samping tempat tidurnya hingga anak terlelap dan Anda bisa meninggalkannya setelah anak tertidur.

Apabila anak masih kesulitan untuk tidur sendiri, maka Anda bisa menggendongnya untuk menenangkan. Ketika anak sudah mengantuk, Anda bisa membaringkannya di tempat tidur dan temani di samping tempat tidurnya saja. Jangan ikut tiduran atau bahkan tertidur. Cara ini mungkin bisa menggagalkan, tapi terkadang juga dibutuhkan karena kondisi setiap anak berbeda-beda.

Tidak mudah memang melatih anak agar berani tidur sendiri, terlebih dengan kebudayaan kita yang menganggap hal tersebut masih tabu. Anda harus menyesuaikan dengan karakteristik anak dalam melatih kebiasaan ini, agar manfaat yang didapatkan menjadi lebih optimal.