Ucapan Orang Tua Yang Bisa Menyakiti Hati Anak

14 Jun 2020


Memiliki buah hati adalah kebahagiaan yang begitu dinantikan oleh setiap pasang suami istri. Ketika sang anak akhirnya bisa tumbuh sesuai harapan, orang tua manapun pasti akan sangat bangga. Ya, menjadi orangtua memang sangat menyenangkan. Hanya saja ternyata menjadi orangtua tidaklah semudah yang dibayangkan.

Orangtua bukanlah sosok yang selalu benar dan pasti pernah melakukan kesalahan. Hanya saja, beberapa orangtua merasa gengsi untuk membenahi pola pengasuhan mereka atau meminta maaf ke anak. Padahal, pengasuhan anak yang keliru bisa memberikan dampak buruk ke psikologis buah hati di masa depan. Untuk itulah, ada beberapa kalimat yang pantang diucapkan orangtua kepada anak-anak mereka.


Inilah Kalimat yang Pantang Diucapkan Orangtua ke Anaknya


1. Kenapa Kamu tak Bisa Seperti Kakak atau Adikmu?

Inilah kebiasaan buruk yang sangat sering dilakukan orangtua tanpa sadar yakni membandingkan anak dengan saudara kandungnya, atau lebih parah dengan orang lain. Hal ini jelas keliru karena setiap anak memiliki kemampuan masing-masing yang harus dihargai orangtua. Anak yang selalu dibandingkan bisa merasa bingung, kepercayaan diri rusak sampai akhirnya membenci orangtua.


2. Nanti Ayah atau Ibu tidak Sayang Padamu Lagi

Anak bersikap nakal dan bikin kesal? Jangan sampai kalimat ini terucap dari orangtua. Karena kalimat yang berkesan ancaman ini tanpa sadar bisa membuat psikologis anak memburuk hingga akhirnya depresi. Tanpa sadar, mereka akan dilanda ketakutan karena khawatir selalu salah melakukan sesuatu dan merasa tidak bisa membuat orangtua bangga.


3. Ini Bukan Urusan Anak Kecil

Anak dengan rasa ingin tahu yang besar kerap dianggap sebagai tanda kecerdasan, tapi juga sering membuat orangtua terganggu. Hanya saja jangan sampai Anda mengusir mereka dan mengucapkan kalimat ini karena bisa memicu rasa kesal dan sikap tidak sopan. Lebih baik Anda menjelaskan pertanyaan mereka dengan cara yang tepat dan sesuai pertumbuhan usia.


4. Saya Lebih Bertanggung Jawab Saat Seumuranmu

Membandingkan anak dengan apa yang Anda mampu lakukan saat kecil ialah sebuah kesalahan besar. Tanpa disadari, anak akan merasa kesal dan kehilangan rasa percaya diri karena mereka tak bisa melakukan sesuatu sebaik orangtuanya dulu. Memang, sebagai orangtua Anda berharap buah hati bisa tumbuh sempurna. Namun, Anda harus ingat seperti apa kekurangan yang dimiliki ketika kecil


5. Lebih Baik Tidak Punya Anak Sepertimu

Orangtua juga manusia, di mana mereka pasti pernah merasa marah. Namun jangan sampai ledakan emosi membuat Anda dan pasangan mengucapkan kalimat ekstrim ini. Ucapan ini bisa memicu konsekuensi yang sangat serius dan bahaya bagi anak. Ini adalah kalimat paling menyakitkan yang bisa membuat mereka menangis dan mengurung diri. Depresi berkepanjangan bisa merusak mental anak-anak.


6. Kamu ini Pemalas, Bodoh, Nakal, Gendut!

Ucapan-ucapan negatif yang bernada hinaan ternyata bisa menyinggung perasaan buah hati. Pernah dengar bahwa ucapan adalah doa? Ya, meskipun kata yang terucap sepele, jangan sampai itu benar-benar terjadi pada anak Anda. Alih-alih menyebunya pemalas, bodoh atau nakal, ada baiknya Anda ganti menjadi ‘Jika kamu belajar lebih baik, kamu pasti bisa dapat nilai bagus karena kamu anak rajin’.


Dampak Ucapan Orangtua yang Menyakitkan Bagi Anak


Pepatah pernah menyebutkan bahwa ucapan buruk bisa lebih mematikan daripada pisau tajam sekalipun. Hal ini jelas benar adanya karena kalimat-kalimat buruk yang terlontar dari orangtua ke anak bisa memberikan dampak negatif. Anak tanpa sadar bisa merasa kalau ada yang salah dengan mereka. Psikolog klinis Melanie Greenberg menyebut kalau label negatif itu akan membuat anak merasa tidak cukup baik.

Seperti dilansir Psychology Today, jika dibiarkan kalimat-kalimat menyakitkan itu akan tertanam selamanya pada diri mereka bahkan hingga dewasa. Greenberg melanjutkan bahwa daripada menyebut si anak buruk, tekankan label negatif itu pada perilakunya. Kalimat menyakitkan juga bisa dianggap sebagai kekerasan verbal kendati dilakukan orangtua dengan nada humor atau sarkatis.


Tips Sederhana Jadi Orangtua Bertanggung Jawab


Menjadi orangtua memang haruslah siap atas segala ulah nakal yang dilakukan buah hati. Wajar jika Anda merasa emosi ketika anak susah diatur dan sering berbuat sesuka hati. Apalagi jika dalam pertumbuhan usianya, anak mulai bohong, tempat tidur berantakan hingga kedisiplinan belajar memburuk. Ditambah lagi dengan beban pekerjaan dan tanggungan sehari-hari, jelas hal ini membebani orangtua.

Namun ketahuilah, kendati mungkin Anda memiliki tujuan baik dengan berbagai ucapan menyakitkan di atas, hal itu tidak akan memberikan dampak positif ke buah hati. Menurut Dr. Susan Forward dalam bukunya Toxic Parents, kekerasan verbal bukanlah cara yang tepat dalam mendidik anak.

Daripada membuat mereka semakin nakal karena terbiasa mendengar kalimat negatif, orangtua juga harus introspeksi diri. Pilih langkah kolaboratif dengan mengajak mereka ikut serta, memberikan penjelasan yang positif sembari senantiasa mengontrol emosi lebih baik.