Merayu Anak Saat Susah Makan.

04 Nov 2019

Anak Anda susah makan? Selalu menolak ketika disuapi? Kondisi ini sepertinya menjadi masalah umum yang dihadapi oleh kebanyakan ibu. Rasa cemas dan khawatir pasti menghampiri para ibu ketika mendapati anak mereka susah makan. Perasaan tersebut wajar saja dirasakan oleh ibu karena tanpa makanan, dikhawatirkan anak akan kekurangan gizi yang bisa menyebabkan buah hati mengalami berbagai masalah kesehatan.

Tidak heran jika kemudian berbagai cara pun dilakukan para ibu untuk membujuk anak mereka agar mau makan, mulai dari menggunakan peralatan makan yang lucu, mengajaknya bermain di taman dan hal lain yang membuatnya tertarik dan mau makan. Namun, tak jarang dari mereka yang gagal merayu sang buah hati untuk makan.

Lantas, apa yang harus dilakukan agar anak makan? Sebelum membujuk anak untuk anak, ada baiknya jika Anda mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Meskipun sama-sama tidak ingin makan, mungkin anak Anda memiliki alasan yang berbeda dengan anak orang lain yang juga susah makan. Dengan mengetahui penyebabnya, maka kita bisa memilih cara yang tepat untuk merayu anak agar mau makan. Berikut ini, simaklah penyebab mengapa anak susah makan?


Penyebab Anak Susah Makan


Terdapat beberapa faktor yang bisa menyebabkan anak menolak untuk makan. Faktor pertama adalah anak memiliki rasa sensitif terhadap cita rasa pada masakan. Rasa peka inilah yang terkadang membuat anak menolak untuk makan, karena menganggap makanan yang diberikan memiliki rasa yang tidak enak. Selain itu, mungkin anak Anda memiliki alergi tersendiri pada suatu makanan, sehingga ia enggan untuk memakannya.

Faktor lainnya adalah anak yang terlalu bergantung pada gadget dan televise, sehingga makan menjadi kegiatan yang mengganggu merek melakukan hal yang disukainya. Hal inilah yang membuat mereka tidak ingin makan. Banyaknya variasi atau menu makanan yang dihadapkan pada anak sering membuat mereka bingung untuk memilihnya. Alhasil, mereka pun menjadi tidak semangat untuk makan, bahkan menolak untuk makan.

Anak yang baru sembuh sakit juga bisa menjadi faktor penyebab mengapa anak tidak mau makan. Anak yang baru pulih dari sakitnya, biasanya hanya merasakan rasa hambar pada makanan sehingga mereka enggan untuk menyantapnya. Selain itu, Anda bisa membuatkan makanan kesukaan anak secara terpisah dengan kesukaan orang tua, karena belum tentu menu yang kita anggap enak, enak juga untuk anak-anak.


Bahaya Anak Susah Makan


Meskipun terlihat umum, anak yang susah makan pastinya tidak akan baik untuk kesehatannya. Terdapat beberapa bahaya yang mungkin ditimbulkan dari masalah ini. Masalah pertama adalah munculnya berbagai penyakit. Kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi menyebabkan daya imun anak juga tidak optimal, sehingga rentan terserang berbagai penyakit.

Risiko penyakit ini mungkin tidak dialami langsung, tapi bisa dialami setelah ia beranjak dewasa. Anak yang susah makan juga berpotensi menyebabkan gangguan makan, mulai dari binge eating disorder atau makan berlebih secara kompulsif, bulimia, dan anoreksia. Bulimia dan anoreksia merupakan kelainan makan yang membuat seseorang muntah setelah makan, meskipun kelainan ini juga tidak bisa terlepas dari faktor lingkungan. Pada akhirnya, pertumbuhan buah hati pun dapat terhambat, khususnya masalah berat badan dan tinggi badan.

Bahaya yang paling mematikan adalah meningkatkan risiko kematian. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa, anak dan remaja yang mengalami gangguan makan menunjukkan angka kematian 3 kali lebih tinggi. Oleh karena itu, jangan membiarkan masalah makan pada anak berlanjut hingga makin parah dan menimbulkan berbagai macam gangguan.


Tips Membujuk Anak yang Susah Makan


Banyak cara sebenarnya yang bisa dilakukan untuk membujuk anak yang susah makan. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah bersabar, karena tidak mudah memang membuat anak yang susah makan menjadi mau makan. Pada usia anak, mereka lebih suka meniru apa yang dilihat atau didengarnya. Untuk membentuk pola makan yang baik, ajaklah anak untuk makan bersama di meja makan.

Anda bisa mencontohkan kepada anak dengan makan bersama. Hal ini juga harus diimbangi dengan rutinitas makan yang tetap. Artinya, biasakan diri Anda untuk makan tepat waktu, ajarkan juga pada anak agar mereka tahu kapan waktu makan, kapan waktu bermain dan waktu untuk kegiatan lainnya. Dengan makan bersama dan tepat waktu seperti ini akan mengajarkan anak untuk makan.

Selain itu, pastikan jika anak minum tidak terlalu banyak karena hal ini bisa membuat si kecil kenyang sebelum makan. Jangan berikan menu yang terlalu banyak juga agar anak tidak bingung dalam memilihnya. Berikan beberapa menu saja, seperti 2 atau 3 menu yang sekiranya disukai oleh anak.

Menyuap secara paksa juga tidak dianjurkan, karena hal ini justru bisa membuat anak semakin enggan untuk makan. Membujuk makan anak memang tidaklah mudah, diperlukan kesabaran dan usaha agar anak mau makan lagi. Anda bisa berkonsultasi pada ahli gizi agar penanganan yang dilakukan lebih tepat supaya anak lebih mudah untuk makan.