Yang Menyebabkan Si Kecil Muntah?

17 Jun 2020


Menyaksikan si kecil muntah rasanya kurang mengenakkan. Apalagi hal tersebut terjadi saat kondisi buah hati sedang tidak sehat. Sebenarnya anak muntah merupakan kondisi yang umum terjadi di masyarakat. Biasanya hal ini akan disaksikan oleh kebanyakan orang tua yang mencermati setiap tumbuh kembang anak. Meski wajar namun kondisi tersebut perlu diwaspadai.

Terkadang buah hati yang sedang sakit perut akan mengalami fase muntah. Namun, tidak menutup kemungkinan si kecil mengalami muntah saat kondisi fisiknya tampak baik-baik saja. Hal ini membuktikan penyebab anak muntah tidak selalu dikarenakan sakit perut atau istilah medisnya gangguan pencernaan. Ada penyebab lain yang menjadi alasan anak muntah-muntah.

Muntah pada dasarnya merupakan sebuah gejala yang dapat muncul sendiri, atau disertai dengan tanda-tanda lain. Seperti sakit perut, kembung dan demam. Pada usia dini muntah biasanya dapat berhenti dalam kurum waktu 6 hingga 6 jam. Muntah juga bisa terjadi secara berkepanjangan. Kondisi ini akan melemahkan nafsu makan si kecil.

Dalam kondisi apapun Anda tidak boleh gugup mengatasi kesehatan si kecil yang terganggu. Kepanikan yang Anda rasakan wajar dialami sebagian besar orang tua. Namun, sebaiknya Anda sendiri harus mampu mengatasi kepanikan tersebut dengan melalukan antisipasi dan pengobatan. Untuk itu Anda lebih dulu harus mengetahui apa saja penyebab si kecil muntah.


Penyebab Muntah Anak Karena Gangguan Pencernaan


Muntah karena gangguan pencernaan bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Gangguan pencernaan ini biasanya dikenal dengan sebutan flut perut atau stomach flu. Bila si kecil terserang flut perut akan muncul beberapa tanda seperti diare, nyeri dan demam. Kondisi gangguan pada sistem percernaan terjadi karena beberapa faktor yang jarang disadari.

Satu diantaranya pola makan yang tidak teratur dan banyak mengonsumsi makanan. Kebiasaan ini tanpa disadari dapat mengakibatkan organ di dalam pencernaan si kecil menjadi terganggu. Dalam jangka panjang organ pencernaan sulit mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga tubuh akan mengeluarkan reaksi dengan memuntahkan makanan lewat mulut dan hidung.

Untuk mengatasi hal ini Anda tidak perlu panik berlebihan. Cobalah memberikan obat agar rasa mual dan muntahnya mereda. Dalam memberikan obat sebaiknya aturlah waktu yang pas. Karena pemberian obat di waktu yang salah justru membuat si kecil muntah berulang-ulang. Setelah sembuh perhatikan pola makan si kecil agar sistem pencernaan membaik.


Penyebab Muntah Anak Karena Alergi Makanan


Sama seperti penyebab pertama, muntah karena alergi makanan juga bisa menyerang orang dewasa maupun anak kecil. Pada anak kecil alergi makanan biasanya muncul bersamaan dengan gejala. Beberapa gejalanya diantaranya kulit memerah dan gatal seperti biduran. Pada waktu tertentu muncul bengkak di beberapa titik seperti wajah, sekitar mata, lidah, dan bibir.

Alergi sendiri sebenarnya merupakan reaksi yang muncul ketika tubuh terkena suatu benda atau virus maupun makanan. Untuk penyebab muntah yang diakibatkan oleh alergi makanan sebaiknya Anda memberi si kecil asupan air putih secara berkala. Tujuannya adalah agar menghindari dehidrasi. Pada saat anak mengalami muntah cairan tubuh tergerus secara terus menerus.

Langkah selanjutnya memberikan asupan berupa cairan elektrolit atau oralit pada buah hati. Oralit biasanya berbentuk bubuk yang dilarukan ke dalam air. Dalam cairan ini mengandung minera dan gula yang bermanfaat menggantikan unsur yang hilang karena muntah. Namun, perhatikan waktu dan dosis yang tepat. Hindari memberikannya pada anak yang masih muntah.


Penyebab Muntah Anak Karena Keracunan


Waspadalah karena muntah yang menyerang si kecil bisa jadi karena keracunan. Ya, keracunan adalah hal yang paling berbahaya. Diantara semua penyebab muntah pada anak, faktor ketiga ini merupakan yang paling berbahaya. Pasalnya racun dapat menyerang sistem tubuh dan mengakibatkan kelumpuhan pada beberapa titik vital. Kondisi tersebut diperparah dengan melemahnya tubuh.

Setiap orang tua akan selalu mengawasi buah hati. Terutama benda dan makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Sayangnya terkadang ada beberapa hal yang terlewat oleh pengawasan orang tua. Tanpa disadari si kecil menelan zat yang sangat beracun. Kandungan racun didapat dari bahan kimia, obat-obatan sampai makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Dalam kondisi yang demikian langkah utama yang harus Anda lakukan adalah memberikan air untuk mencukupi hilangnya cairan. Tunggulah sampai kondisi si kecil mereda. Apabila sulit untuk ditangani gunakan cara alternatif yaitu membawanya ke dokter. Langkah ini akan menyelamatkan kondisi buah hati dari serangan racun. Lanjutkan dengan memberikan obat secara rutin.

Itulah faktor yang menyebabkan buah hati Anda mengalami muntah. Karena kondisi kesehatan setiap anak berbeda setelah sembuh segeralah melakukan pemulihan. Langkah ini bisa Anda mulai dengan memberikan asupan gizi yang tepat dan sesuai porsinya. Perhatikan pula gaya hidup buah hati agar terkontrol dengan baik. Dengan begitu kesehatannya akan berangsur membaik.