Penyebab Bayi Susah BAB

29 Jul 2020

Tanda-tanda dari bayi yang mengalami susah BAB itu sangat perlu untuk diwaspadai karena hal itu bisa saja menjadikan tanda bila adanya suatu kondisi serius yang terjadi pada bayi.

Gangguan sistem pencernaan pada bayi sering kali sulit untuk dikenali, dengan mengetahui tanda dan penyebab bayi terkena konstipasi atau sembelit dapat membantu bayi dalam mendapat penanganan yang tepat ketika dibutuhkan.

Masalah bayi susah BAB memang tidak dapat dianggap remeh karena dapat berakibat buruk bagi perkembangan anak secara keseluruhan, maka dari itu para orang tua perlu untuk mengetahui cara mengatasi bayi susah BAB.


Beberapa Penyebab Bayi Susah BAB


Bagi orang tua sangat penting untuk mengetahui dari penyebab bayi susah BAB agar dapat segera diatasi dan atau dapat untuk dicegah. Berikut bebrapa kondisi yang dapat menyebabkan bayi susah untuk BAB.


1. Susu Formula

Bayi yang mengonsumsi susu formula akan lebih rentan dalam mengalami konstipasi bila dibandingkan dengan bayi yang hanya mengonsumsi ASI atau air susu ibu.

Hal ini terjadi akibat dari berkaitannya dengan kandungan protein yang terdapat dalam susu formula.

Bila si buah hati mengalami susah buang air besar cobalah untuk konsultasikan ke dokter anak anda terkait dengan susu formula yang dikonsumsi oleh si kecil, karena bisa saja susah BAB yang di alami oleh si kecil di sebabkan dari jenis susu formula yang berganti merk atau dari ASI ke susu formula.


2. Makanan Padat

Selanjutnya mungkin saja dari mengkonsumsi makanan padat yang biasanya membuat pencernaan bayi menjadi kaget sehingga menyebabkan susah buang air besar atau BAB.

Hal yang seperti ini tidaklah mengherankan karena sebelum diberikan makanan padat bayi terbiasa diberi makanan cair.

Masa peralihan dari makanan cair ke makanan padat ini memang akan rentan menimbulkan susah buang air besar (BAB) terlebih bila yang diberikan langsung berupa makanan yang minim akan serat seperti nasi atau roti.

Dalam meminimalisirkan risiko susah buang air besar maka berikan makanan kaya akan serat kepada bayi.


3. Dehidrasi

Bayi mendapatkan asupan cairan melalui makanan dan juga minuman yang dikonsumsi tak terkecuali ASI.

Namun, dalam kondisi tertentu seperti ketika gigi akan tumbuh, sariawan atau pun demam, dehidrasi pada bayi dapat saja terjadi karena bayi tidak mau minum susu.

Dehidrasi atau kurangnya cairan dalam tubuh ini dapat menyebabkan kotoran menjadi keras sehingga sulit untuk dikeluarkan.


Cara Mengatasi Bayi Susah BAB


Ketika bayi mengalami susah BAB sebaiknya para orang tua jangan panik terlebih dahulu, karena ada beberapa cara mengatasi bayi susah BAB yang dapat dilakukan agar anak dapat lepas dari maslaah pencernaan ini. Berikut cara mengatasi bayi susah BAB:


  • Memijat Perut

Memijat bagian bawah pusar bayi sekitar tiga jari dari pusar dengan lembut dapat membantu mengatasi bayi susah BAB.

Pastikan bayi rileks dan tidak merasakan kesakitan ketika sedang di pijat. Cara memijatnya dilakukan dengan lembut dengan arah pijatan melingkar dari arah tengah ke luar.


  • Mengganti Susu Formula

Bila bayi mengalami susah buang air besar setelah mengkonsumsi susu formula maka segera gantilah dengan merk yang berbeda. Konsultasikan dengan dokter anak agar dapat mendapatkan susu formula yang sesuai dengan kebutuhan si bayi.


  • Memandikan Dengan Air Hangat

Memandikan bayi dengan menggunakan air hangat dapat membuat bayi menjadi lebih rileks sehingga saluran pencernaan dapat lebih mudah dalam mengeluarkan kotoran. Berikan juga sebuah pijatan pada perut agar tinja dapat lebih mudah keluar.


  • Mengombinasikan Makanan

Ketika bayi sudah masuk waktunya untuk mendapatkan makanan padat usahakan untuk jangan langsung memberikan makanan yang berat seperti nasi atau roti.

Pilihkan makanan yang kaya akan dengan serat dan berikan porsi yang tidak langsung banyak.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal, pijat dahulu perut bayi sebelum diberikan makanan.


  • Mencukupi Kebutuhan Cairan Bayi

Supaya proses sistem pencernaan bayi berjalan lancar pastikan untuk kebutuhan cairan bayi tercukupi.

Berikan ASI lebih banyak lagi dari biasanya atau bila si kecil sudah berusia di atas enam bulan dapat diberikan lebih banyak cairan lain seperti air putih, buah buah an ataupun sayuran yang dihaluskan untuk membantu kinerja sistem pencernaan pada bayi.


  • Membuat Bayi Menjadi Aktif

Untuk membantu mendorong tinja dari usus, ajak si kecil untuk bergerak lebih aktif.

Bila bayi sudah dapat merangkak, maka membuatnya merangkak lebih sering dapat dilakukan untuk mendorong tinja agar lebih mudah untuk keluar.

Bila bayi masih belum dapat merangkak, menggerakkan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda juga dapat membantu.


Cara mengatasi bayi susah BAB harus disikapi dengan cara yang tepat juga. Jangan biarkan susah BAB pada bayi ini berlangsung lama karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada bayi lebih serius atau bisa juga hal ini merupakan tanda adanya suatu penyakit yang serius.