Inilah Penyebab Mencret Pada Anak yang Sering Membuat Resah Kaum Ibu

08 Sep 2020

Diare atau mencret merupakan penyakit yang menyerang pencernaan yang bisa terjadi pada siapa saja, bahkan anak-anak. Penyebab mencret pada anak yang terjadi seringkali membuat para Ibu kecolongan. Sebab diare pada anak sendiri memang bisa diakibatkan oleh banyak hal disekitar anak.

Pasalnya bagi anak-anak yang masih kecil terutama balita, diare mudah terjadi karena saluran pencernaan mereka belum berkembang dengan baik saat masih masa pertumbuhan.

Berikut penyebab diare yang biasa terjadi pada anak:

1.  Alergi Pada Makanan Tertentu

Anak-anak yang sedang bertumbuh tentu akan mengalami fase untuk pertama kalinya mereka menikmati makanan. Ini adalah momen yang sangat menyenangkan bagi para Ibu.

Sebab untuk pertama kalinya anak-anak mereka dapat mengkonsumsi hal lain selain Asi selama 6 bulan. Memberikan makanan pada anak di masa tumbuh kembang mereka tentu akan menjumpai satu dua makanan yang membuat anak alergi.

Biasanya alergi akan dikeluarkan dalam bentuk diare tersebut karena tubuh merespon hal yang membuatnya tidak nyaman.


2. Kurangnya Menjaga Kebersihan Tubuh

Seorang anak balita tentu akan membutuhkan bimbingan ekstra untuk mengajarkan mereka menjaga kebersihan tubuhnya.

Tubuh yang setiap harinya berputar dengan lingkungan serta udara luar yang kotor tentu akan memudahkan anak terserang kuman penyakit.

Kuman dapat masuk ke dalam tubuh anak melalui jari-jarinya. Kebiasaan anak yang sering mengisap jempot atau seringnya anak memasukan jemari ke mulut tentu memudahkan anak terkena kuman penyebab diare.


3. Kondisi Tertentu Pada Kesehatan Anak

Tiap anak memiliki kondisi yang berbeda-beda. Beberapa anak tumbuh dengan irritable bowel syndrome atau IBS. Penyakit tersebut merupakan penyakit yang berkaitan dengan saluran pencernaan.

IBS adalah penyakit gejala iritasi di saluran pencernaan. Selain IBS ada juga penyakit celiac dan crohn yang sama-sama menjadi penyebab diare pada anak.

Bagi bayi di bawah enam bulan sangat minim sekali kemungkinannya untuk terkena diare ataupun susah buang air besar, sebab bayi hanya mengkonsumsi Asi ibunya. Itu sebabnya banyak dokter menganjurkan pada Ibu-ibu menyusui untuk terus tetap memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi karena sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak.

Umumnya, diare yang terjadi pada anak akan sembuh dalam jangka waktu satu hingga dua hari. Akan tetapi orang tua juga perlu memperhatikan kondisi sang anak agar dapat mengatasinya dengan tepat dan cepat. Cara terbaik menangani diare pada anak antara lain adalah:

· Jika si kecil masih mengkonsumsi full asi Ibu, maka perbanyak untuk memberikannya agar si kecil tidak dehidrasi dan sebagai pengganti cairan yang hilang di tubuh bayi.

· Apabila si anak sudah boleh mengkonsumsi asupan lain selain asi sebaiknya memberikan CRO atau cairan rehidrasi oral. Cairan elektrolit tersebut mampu membantu mencegah serta menangani penyakit diare.

· Memberikan antibiotic yang tepat untuk mengobati diare anak yang semakin parah dan tidak kunjung membaik.

· Berikan minuman dan makanan yang mudah dicerna oleh pencernaan anak seperti bubur dan jus buah segar. Hal ini dilakukan juga berguna untuk mengembalikan cairan tubuh anak yang hilang.

· Jika diare anak semakin memburuk atau tidak berhenti selama sepuluh hari berurutan, berikan obat mengandung zinc secara rutin untuk meredakannya.

· Berikan makanan pada anak dalam porsi lebih sedikit dari biasanya namun lakukan dengan sering. Hal ini dilakukan agar tidak membenan kinerja organ saluran pencernanan dalam tubuh.

Cara menangani anak mencret atau diare di atas merupakan cara efektif yang bisa Anda lakukan di rumah. Lakukan dengan benar dan selalu awasi kondisi anak Anda dengan lebih sering. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi keadaan atau kondisi anak yang lebih parah lagi jika tidak dipantau dengan baik.

Lalu kapan sebaiknya membawa anak ke rumah sakit saat anak terserang diare? Jika tanda-tanda si kecil buang air besar dalam bentuk cair serta berdarah, dehidrasi parah, tidak mau makan ataupun minum (nafsu makan dan minum turun drastic), diare disertai muntah terus menerus dan demam, maka sebaiknya orang tua segera membawa si kecil ke dokter.

Tanda-tanda yang disebutkan di atas adalah tanda di mana si kecil mengalami diare yang cukup berbahaya sehingga membutuhkan penanganan dari dokter agar mendapatkan perawatan dengan tepat. Pastikan untuk terus memberikan asupan makanan terbaik bagi si kecil serta mengajarkan anak dalam menjaga kebersihannya sejak dini agar mereka tumbuh dan berkembang dengan sehat.