Pertolongan Pertama Saat Bayi Kejang.

04 Nov 2019

Banyak kejadian menyedihkan terjadi pada bayi yang mengalami kejang dan tidak ditangani dengan tepat oleh orang tua. Ini terjadi bukan sepenuhnya kesalahan dari orang tua, melainkan juga karena kurangnya pengetahuan akan hal tersebut. Kejang ternyata bisa menimpa siapa saja saat usia berapa saja bahkan bayi yang masih 3 bulan.

Untuk anak di usia 1 hingga 1,5 tahun lebih sering mengalaminya dengan berbagai macam alasan. Jika dinilai dari aspek medis dan kesehatan, penyebab utama dari kejang ini belum diketahui secara pasti. Namun, jika dikaitkan dengan kondisi tubuh dan kesehatan kejang terjadi karena suhu tubuh yang tinggi. Apalagi jika anak yang biasa dengan suhu udara panas tiba-tiba menghadapi suhu dingin.

Karena ada banyaknya kejadian dengan dampak buruk yang terjadi akibat dari kejang, Anda sebagai orang tua harus lebih waspada dan siap. Pasalnya kurangnya pengetahuan untuk cara menangani anak kejang dengan tepat juga menjadi alasan untuk itu. Dari sekarang Anda bisa mulai membaca beberapa artikel dan juga pemaparan mengenai gejala, penyebab, dan yang paling penting cara menangani kejang.


Kondisi Anak yang Mengalami Kejang Demam


Mengenal kondisi sang anak yang sedang sakit dan bagaimana keadaannya sangat penting diperhatikan oleh orang tua. Jadi, jangan sampai Anda lalai dan tidak menyadarinya, terutama saat sang anak sedang dalam keadaan demam. Bahkan ketika sudah memasuki waktu dua hari demam, coba untuk langsung melakukan pemeriksaan ke dokter.

Untuk demam yang sudah lebih dari 2 hari, dikhawatirkan sudah memasuki fase lain dari penyakit yang mungkin diderita. Sehingga, adanya pemahaman yang tepat dan detail dari setiap gejala demam ini harus benar-benar Anda pahami. Saat suhu tubuh sang anak sudah memasuki 38°, sebagai orang tua harus menaruh khawatir yang berlebih.

Apalagi untuk sang anak yang sistem imunnya lemah, di suhu tubuh seperti ini sudah memasuki fase dimana tungkai dan lengan menjadi kaku dan gemetar.

Belum lagi jika ada beberapa anak yang bahkan menyentak-nyentak yang sudah diluar kontrolnya. Hingga jika ia lemah pada fase ini bisa memasuki fase dimana menggigit keras lidahnya.

Namun yang membuat orang tua lebih khawatir ialah, saat sang anak tiba-tiba membuang air kecil. Bola mata berputar ke atas, jika orang tua pernah mengalami hal ini pasti sangat ketakutan. Ada yang bahkan kehilangan kesadaran dan tidak lagi merespon baik orang tuanya. Untuk bisa menghadapi kejadian ini, Anda diharuskan untuk memberikan pemahaman pada diri sendiri.


Langkah Pertolongan Pertama saat Anak Kejang Demam


Ini menjadi bagian yang sangat penting untuk diperhatikan oleh kebanyakan orang tua, cara menangani kejang demam. Ketika Anda menemukan bahwa sang anak kejang, maka sangat diharapkan untuk tidak panik dan ketakutan. Meski Anda merasakan hal yang demikian, coba untuk tetap tenang dengan mengontrol emosi diri dengan memberikan pertolongan pertama.

Anda tidak dibenarkan untuk meminta pertolongan orang lain untuk pertolongan pertama pada sang anak. Langkah awal yang bisa Anda lakukan saat anak kejang ialah meletakkannya di posisi yang datar, bisa dimana saja. Coba memilih tempat yang luas dan bebas, sehingga ia terhindar dari benturan atau timpaan benda berbahaya.

Untuk posisi tidur, coba untuk membuatnya menyamping agar ia tidak tersedak saat dalam posisi kejang. Untuk anak yang sedang mengenakan pakaian baik itu ketat maupun longgar, coba untuk melonggarkan pada bagian leher. Jika Anda terlihat sulit bergerak, coba untuk tidak memaksakan gerakannya dan biarkan ia bergerak dengan leluasa. Cegah apapun yang mungkin masuk ke dalam mulutnya bahkan obat dan minuman sekalipun.

Jangan sampai Anda teriak dan mengeluarkan suara besar seperti tangisan dan bantuan, Anda dianjurkan untuk mengeluarkan kata menyenangkan. Anda sebaiknya mengingat dengan baik waktu berapa lama sang anak mengalami kejang-kejang. Coba sambil mengatasi kejangnya Anda juga perhatikan riwayat dan kondisi bagaimana ia kejang. Mulai dari raut wajah hingga keadaan lainnya.


Kondisi Kejang Demam yang Membutuhkan Penanganan Darurat



Jika tadi sudah dibahas bagaimana penanganan yang bisa Anda lakukan jika anak kejang, berikut pembahasan lain. Anda harus tau kapan harus memanggil bantuan Unit Gawat Darurat jika terjadi kejang pada anak, atau kapan tidak membutuhkannya. Apabila penanganan yang Anda lakukan pada anak yang kejang sudah berhenti, wajib juga membawa ke rumah sakit.

Hal ini sebagai antisipasi agar anak tidak mengalami kejang yang sama lagi beberapa waktu kemudian. Selain itu, diharapkan Anda tidak melupakan riwayat kejang yang dialami. Kondisi dimana Anda wajib membawa anak ke rumah sakit saat kejang ialah apabila kejang lebih dari 5 menit.

Keadaan lain yaitu jika ia kesulitan bernapas, kejang terjadi lebih dari sekali, hingga bibir menjadi kebiruan. Sehingga hal ini membutuhkan penangan khusus dari dokter agar kondisi si kecil bisa membaik lagi. Jadi, untuk Anda para orang tua harus lebih memperhatikan keadaan si kecil agar hal seperti ini tidak terjadi dan dapat menanganinya dengan baik.