Penyebab Perut Bayi Kembung dan Berbunyi

09 Sep 2020

Ketika keadaan perut bayi kembung dan berbunyi menandakan bahwa ada banyak hal yang terjadi di tubuh si kecil. Mulai dari kon741disi yang tidak berbahaya sampai ke kondisi masalah kesehatan yang harus segera di periksakan ke dokter anak.

Dalam kondisi yang normal perut bayi akan membesar dan keras terlebih bila si kecil sehabis menyusu. Perut bayi juga dapat mengembang ketika si kecil minum susu melalui botol, mengepeng atau pun sedang menangis.

Walaupun demikian beberapa saat setelah si kecil sudah tidak mengkonsumsi nya lagi perut si kecil seharusnya akan kembali mengempes dan menjadi lunak. Bila ternyata keadaan tidak Kembali semua kemungkinan terdapat gas yang terpengrakap di perut si kecil sehingga di kecil merasa tidak nyaman.

Penyebab Perut Bayi Kembung dan Berbunyi

Ada beberapa macam faktor penyebab dari perut bayi kembung dan berbunyi, berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya:

· Bayi Tidak Sengaja Menelan Banyak Udara

Sama seperti orang dewasa udara dapat mengikuti masuk ke dalam saluran pencernaan bayi yang biasanya disebabkan karena si kecil terlalu sering menangis.

Biasanya orang tua akan memberikan empeng dengan maksud agar si kecil dapat tenang padahal efek dari memberikan empeng ini dapat memicu si kecil terlalu banyak menelan banyak udara yang masuk melalui mulut si kecil yang akan menuju ke saluran pencernaan.

Di dalam saluran pencernaan, udara yang masuk dapat terjebak di daerah lengkungan usus atau tempat lainnya dalam jangka waktu beberapa menit. Dengan keadaan begitu dapat menyebabkan si kecil menjadi merasa tidak nyaman lalu akan menangis.


· Menelan Air Susu Terlalu Cepat

Ketika sedang menyusui, bunda dapat memperhatikan apakah si kecil minum nya terlalu cepat atau tidak.

Si kecil minum terlalu cepat bila aliran ASI sangat deras ataupun lubang dot yang digunakan si kecil terlalu besar. Ketika akan membeli dot pastikan jika ukuran lubang sesuai dengan usia si kecil.


· Alergi Terhadap Susu Atau Makanan

Alergi yang terjadi pada bayi dapat menyebabkan banyak hal, termasuk timbulnya sebuah masalah pencernaan.

Kemungkinan bayi alergi terhadap susu formula yang diberikan oleh bunda nya atau bisa saja si kecil alergi dari ASI bunda yang berasal dari makanan yang dikonsumsi oleh bunda.

Beberapa makanan yang dapat membuat perut bayi kembung dan berbunyi seperti buah jeruk, sayur tomat, produk kacang kedelai, produk dari olahan susu, sayur kol dan juga sayur brokoli.


· Posisi Menyusui Yang Salah

Ketika menyusui pastikan untuk kepala si kecil lebih tinggi dibandingkan dengan perut si kecil agar dapat mengurangi risiko perut bayi menjadi kembung dan berbunyi.

Setelah si kecil selesai minum susu buat untuk si kecil bersendawa dengan cara mendekapkannya ke bahu lalu menepuk-nepuk punggung si kecil secara perlahan.

Ada cara lain juga yang dapat dilakukan seperti memposisikan bayi dalam keadaan tengkurap di atas pangkuan bunda lalu menepuk-nepuk punggung si kecil secara perlahan sambil menggerakkan pergelangan kaki bunda naik turun secara perlahan.

Selain itu juga dapat dengan meletakkan bayi dalam posisi tidur dan dengan perlahan gerakkan kaki si kecil naik turun dengan perlahan dengan posisi lutut tertekuk dapat membantu mengurangi risiko perut bayi kembung dan berbunyi.


· Kandungan Zat Besi Pada Susu Formula

Menurut seorang ahli nutrisi bayi menyatakan bahwa di dalam susu formula banyak mengandung zat besi yang dapat mengakibatkan bayi menjadi perut kembung dan susah buang air besar.

Perut bayi berbunyi merupakan tanda bahwa pencernaan bayi sehat namun juga dapat menjadi pertanda adanya suatu penyakit. Perut berbunyi sebenarnya keadaan yang normal dan juga merupakan sebuah tanda bahwa sistem pencernaan bayi berfungsi dengan baik.

Namun bunyi pada perut juga dapat menandakan suatu penyakit pada kesehatan bayi maka dari itu sering kita lihat dokter akan meletakkan stetoskop pada perut bayi ketika sedang memeriksa kondisi tubuh.

Jika bunyi perut pada bayi terdengar tidak teratur berkurang atau malah bertambah nyaring setelah di isi makanan ataupun muncul gejala lain maka segera bawa si kecil ke dokter anak untuk segera diobati.