Tanda-Tanda Mau Melahirkan Bayi Sungsang

07 Aug 2020

Ketika dalam masa kehamilan sangat di anjurkan agar ibu hamil banyak membaca, atau mencari informasi yang berkaitan dengan kesehatan janin di dalam kandunganya. Masalah masalah umum yang terjadi atau akan di hadapi oleh ibu yang sedang hamil.

Di usia kehamilan yang masih muda atau di masa masa awal kehamilan seorang ibu hamil membutuhkan penyesuaian dengan keadaan baru di tubuhnya selama masa 9 bulan kedepan.

Persalinan normal umumnya sangat di inginkan oleh seorang ibu hamil, kondisi janin harus menjadi perhatian utama oleh ibu hamil.

Pergerakan bayi didalam perut akan menjadi indikasi apakah seorang ibu hamil dapat melahirkan secara normal ataukah sungsang. Pemahaman yang berkaitan dengan tanda-tanda mau melahirkan bayi sungsang harus di perhatikan agar Moms siap dengan kondisi ini.


baca juga : review minyak telon habbie


Berikut ini Sudah Kami Rangkum Beberapa Tanda-tanda Bayi Sungsang


1. Letak Kepala Bayi

Salah satu indikasi bayi sungsang adalah kepala bayi terletak diatas bagian pusar ibu(umbilikus) hingga titik tertinggi dari rahim.

2. Ketidaknyamanan

Kondisi bayi yang sungsang biasanya akan menekan paru-paru dan tulang rusuk ibu hamil.,kondisi seperti ini tentu saja sangat tidak nyaman untuk seorang ibu hamil.

3. Merasakan Tendangan Di Selangkangan

Posisi kepala janin di atas adalah posisi sungsang, si kecil yang masih aktif bergerak akan menendang dalam posisi ini, jari jari kaki biasanya akan terasa menyentuh dinding Rahim. Ibu hamil yang memiliki kondisi sungsang biasanya akan merasakan tendangan di sekitar Rahim.

4. Lokasi Detak Jantung

Umumnya kondisi sungsang ini membuat ibu hamil merasakan detak jantung pada posisi di atas pusar.


Cara Mengatasi Kondisi Bayi Sungsang


1. Memperdengarkan Musik

 Janin akan bereaksi terhadap musik yang di perdengarkan ke perut ibunya, tempatkan headphone ke bagian bawah perut Moms dan tunggulah reaksi si janin, ia akan bergerak kearah suara tersebut berasal.


2. Menggunakan Bantal

Mengganjal pinggul dengan bantal selama kurang lebih 10 sampai lima belas menit, dilakukan tiga kali dalam satu hari, pastikan perut Moms dalam keadaan kosong saat melakukan teknik ini , gunakan juga bantal yang kuat.


Cara Mencegah Terjadinya Sungsang


Mengaplikasikan gaya hidup sehat sejak awal kehamilan adalah tindakan preventif yang cukup baik, namun sebenarnya hal ini belumlah cukup, ada beberapa tips yang bisa di praktekan agar si kecil di dalam perut terhindar dari kondisi sungsang. Berikut adalah hal hal yang bisa dilakukan oleh Moms untuk mencegahnya.

1. Arahkan Cahaya Ke Perut Moms

Teknik ini sangat mudah di lakukan yaitu Moms cukup menyiapkan sebuah senter kemudian arahkan cahayanya ke perut bagian bawah, janin biasanya akan bereaksi dengan mengejar cahaya ini. Seringlah melakukan hal ini.

2. Menempelkan Benda Dingain Ke Kulit Perut

Moms Bis menggunakan es batu yang di Momsgkus dengan kain lembaut ataupun plastic, tempelkan es ini ke bagian dimana kepala bayi tidak seharusnya berada di situ, maka bayi akan bereaksi dengan menjauhi benda dingin tersebut dan posisi bayi akan kembali normal.

3. Melakukan Sujud

Cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya bayi sungsang adalah dengan bersujud, buat Moms yang muslim tentunya sudah tidak asing dengan aktifitas sujud ini. Ternyata posisi sujud ini mencegah terjadinya Bayi sungsang lho Momsd.

4. Berfikir Positif

Menghindari hal hal yang membuat vibrasi negative di pikiran Moms harus sudah di lakukan sejak awal masa kehamilan, pikiran negative ini akan memicu stress sehingga merusak mood Moms.

Kondisi pikiran seorang ibu akan sangat berpengaruh terhadap kondisi janin, oleh karena itu Moms harus pandai menghindari hal hal yang bisa memicu pikiran negative yang akan merugikan diri Moms dan janin yang sedang ada di dalam kandungan.

5. Senam Hamil

Ada beberapa senam hamil yang bisa di lakukan oleh ibu hamil, salah satu yang paling popular adalah Senam Yoga untuk ibu hamil. Moms bisa mendaftar untuk bergabung dengan komunitas yoga untuk Moms yang sedang mengandung. Dengan mengikuti komunitas seperti ini ada beberapa manfaat yang bisa di dapat. Moms bisa memiliki teman untuk berbagi cerita tentang kondisi kehamilan, saling memberi dukungan atau semangat yang tentunya akan berpengaruh dengan kondisi Moms dalam menjalani hari hari selama menunggu kelahiran si kecil.