Tips Menggendong dengan Kain Jarik

03 Dec 2019

Perkembangan zaman yang semakin modern membuat kain jarik untuk menggendong semakin ditinggalkan. Banyak alat gendong modern yang memiliki desain lebih cantik dan menggemaskan. Tidak heran jika sekarang ini penggunaan jarik untuk menggendong bayi sudah jarang ditemui. Sebagian besar ibu-ibu sudah beralih ke alat gendong yang lebih modern karena dirasa lebih praktis dan mudah cara penggunaannya.

Bukan hanya alasan desain dan cara penggunaan yang praktis, alasan lain banyak orang yang beralih dari kain jarik adalah anggapan bahwa penggunaan kain jarik sebagai gendongan berbahaya untuk perkembangan tulang anak. Mereka menganggap jika nanti kaki anak bisa membentuk huruf O. Namun, hal ini hanyalah mitos yang beredar karena bahaya atau tidaknya tergantung dengan cara pakainya.

Tidak ada salahnya jika Anda tetap bertahan dengan kain tradisional ini untuk menggendong buah hati. Hanya saja, Anda harus tahu cara pemakaian yang tepat, agar tidak berbahaya untuk perkembangan tulang si kecil. Karena terdapat beberapa cara menggendong yang mungkin salah dan harus dibenarkan. Oleh karena itu, simaklah ulasan yang akan kita bahas kali ini.


Kesalahan Menggendong Bayi dengan Jarik yang Banyak Dilakukan

Seperti yang kita tahu bahwa bayi memiliki tulang belakang yang masih muda, rapuh dan belum kuat untuk menopak tubuhnya sehingga dibutuhkan teknik yang tepat untuk menggendongnya. Meski demikian, masih banyak orang yang salah kaprah dalam penggunaan jarik untuk menggendong si kecil. Banyak dari mereka yang mempercayai teknik cradle carry atau dibaringkan sebagai teknik yang tepat.

Teknik ini sudah digunakan banyak orang sejak dulu, karena dianggap aman dan tidak berbahaya untuk perkembangan si kecil. Tapi, cara inilah yang justru memiliki beberapa dampak buruk untuk kesehatan si kecil, seperti sirkulasi bayi yang terganggu. Terlebih jika Anda menutupnya sampai kepala, meningkatkan risiko Asphyxia atau terhambatnya saluran pernapasan, karena dagu si kecil yang tertekuk ke arah dada.

Selain itu, masih ada dampak buruk lain seperti risiko ligamen yang terganggu, pegal leher bagi penggendong, dan memungkinkan bagian tubuh bayi terbentuk suatu benda. Meskipun dampak ini tidak dirasakan oleh semua kasus, tapi risikonya cukup tinggi apabila Anda menggunakan jarik dengan teknik cradle carry. Bahkan bukan saja untuk si kecil, tapi juga berisiko untuk penggendongnya juga.


Teknik yang Tepat saat Menggendong Bayi dengan Jarik

Menggendong bayi dengan jarik tidak boleh sembarangan, agar tidak berisiko terhadap kesehatan si kecil. Bayi yang sehat dan normal sekalipun memiliki tulang belakang yang masih muda dan belum lurus sehingga jika dipaksakan lurus sebelum waktunya justru akan berdampak kurang baik. Para ahli medis menyarankan jika teknik menggendong yang tepat adalah teknik upright atau tegak dengan bentuk kaki bayi M.

Posisi ini mampu mendukung perkembangan tulang pinggul dan punggung bayi lebih optimal. Teknik ini memungkinkan bayi berada di posisi mengangkang. Meski banyak orang zaman dulu yang menganggapnya salah, tapi justru dengan posisi inilah pangkal tulang paha tetap pada songket dan tulang punggung tetap pada posisi curve. Sehingga cocok untuk kondisi tulang bayi yang masih berupa tulang rawan, termasuk untuk bayi berusia di bawah satu tahun sekalipun.

Bukan hanya baik untuk kesehatan fisik, tapi cara menggendong dengan posisi M atau kangguru ini terbukti memberikan kenyamanan lebih pada bayi. Ikatan emosional antara bayi dan orang tua pun bisa terjalin dengan kontak skin to skin. Posisi tegak di tengah cocok diterapkan untuk bayi berusia 4 bulan ke bawah. Namun, jika bayi sudah berusia 4 tahun ke atas, Anda bisa menggendongnya di samping.


Tips Menggendong dengan Kain Jarik

Untuk menggendong bayi dengan tepat dan benar, Anda harus menyiapkan kain jarik dengan panjang 2-3 meter terlebih dulu. Jangan lupa untuk menerapkan panduan menggendong aman MP3, yaitu Melihat, Mencium, Mendekap aman, Pakaian nyaman, Pernapasan aman, dan Punggung tertopang. Sebelum menggunakannya, pastikan jika kain masih dalam kondisi baik, tidak robek dan tidak ada kerusakan pada jahitan.

Untuk cara menggunakan kain jarik sebagai gendongan bayi, terdapat 2 jenis cara yang disarankan. Cara pertama adalah dengan teknik simpul jangkar yang memanfaatkan kain lebih panjang untuk membuat simpul. Meskipun pembuatan simpul ini lebih rumit, tapi hasilnya akan lebih kokoh dan memberikan banyak sokongan pada bayi sehingga terasa lebih ringan.

Cara kedua adalah dengan teknik front wrap cross carry tied under bum (FWCCTUB). teknik ini bisa Anda coba jika kain jarik yang Anda gunakan melar. Caranya mungkin juga ribet, tapi hasilnya juga lebih kokoh dan memberikan kenyamanan bagi si kecil.

Sebelum menerapkan cara ini, Anda harus menyiapkan kain jarik yang melar terlebih dulu.Tulang bayi yang cenderung masih rentan membuat kita tidak boleh sembarangan dalam menggendongnya. Tidak salah jika Anda kembali menggunakan kain atau cara tradisional dalam menggendong. Tapi, pastikan jika cara yang Anda pilih tidak memberikan dampak negatif pada kesehatan si kecil.